Apa Itu Check Valve ?
Apakah Juragan sudah mengetahui, apa itu check valve ? Check valve adalah salah satu jenis valve yang paling banyak digunakan di berbagai industri. Valve yang sering kita sebut dengan valve NRV (Non-Return Valve) ini sebuah bagian dari komponen dalam sistem perpipaan yang dirancang untuk mengatur aliran cairan dan gas dalam satu arah. Jadi, penggunaan check valve sangat penting dalam sistem perpipaan untuk mencegah terjadinya aliran balik atau yang biasanya Anda sebut dengan back flow. Untuk penjelasan lebih detail yuk, Juragan simak sebagai berikut.
Fungsi Check Valve
Check valve atau katup satu arah adalah komponen penting dalam sistem perpipaan yang berfungsi utama untuk mencegah terjadinya aliran balik (backflow) pada fluida, baik berupa air, gas, maupun cairan kimia. Cara kerjanya sederhana, saat fluida mengalir sesuai arah yang diinginkan, katup akan terbuka secara otomatis sehingga aliran bisa melewati tanpa hambatan. Namun, jika terjadi tekanan balik atau aliran mundur, katup segera menutup rapat untuk mencegah fluida kembali ke arah semula. Mekanisme ini sangat penting untuk menjaga kestabilan tekanan, melindungi pompa dari kerusakan, serta memastikan kualitas fluida tidak bercampur akibat aliran yang tidak diinginkan.
Jenis-Jenis Check Valve
Check Valve memiliki beberapa jenis yang berbeda karena untuk ini tergantung kebutuhan dan fungsinya. Perbedaan jenis check valve umumnya didasari dengan tipe disk yang digunakan, ini dia beberapa jenis-jenis check valve.
1. Swing Type
Swing Type yang terdiri dari body valve, bonnet dan juga disc yang terhubung dengan engsel. Valve ini bergerak ketika adanya aliran yang melewati saluran dan akan tertutup otomatis jika sudah tidak ada aliran. Jadi, jika saat aliran terhenti, disk akan tertutup secara otomatis tanpa adanya bantuan manual yang terlibat dalam proses.
Sudut antara seat dan bidang vertikal dikenal dengan angle seat dan punya ukuran yang bervariasi mulai dari 0° sampai 45°. Angle seat berada pada kisaran 5°-7°, Apakah Juragan tahu jika angle seat yang lebih besar mengurangi pergerakan disk, dan menghasilkan penutupan yang cepat dan ini bisa meminimalisir terjadinya water hammer.
2. Lift Check Valve
Desain seat pada lift check valve sebenarnya mirip dengan globe valve, disk nya pun menggunakan piston atau bola, Lift check valve cocok untuk keadaan dengan tekanan dan kecepatan aliran tinggi. Kenapa? Karena disk bersinggungan dengan seat secara keseluruhan Lift check valve cocok untuk instalasi pipa horizontal atau vertikal dengan aliran ke atas
Valve jenis ini punya karakteristik ketahanan terhadap kebocoran yang baik, dibandingkan dengan swing check valve yang menggunakan bola. Jika, adanya tekanan yang cukup dalam aliran, maka bola akan terangkat akan tetapi jika tekanannya berkurang maka bola otomatis akan menutupi lubang.
3. Dual Disc Check Valve
Dual disc check valve yang bisa Juragan kenal sebagai butterfly check valve, folding disk check valve, double disc atau splits disc check valve. Nah, seperti namanya cara kerja jenis ini terdapat dua bagian disk terbuka seperti bergerak menuju garis tengah pipa dengan aliran maju, dan saat aliran balik. Dua bagian disk ini akan terbuka menjauh dari garis tengah pipa dan menekan seat untuk menutupi aliran yang biasanya bisa kita sebut dengan flapping action.
4. Wafer Check Valve
Valve jenis wafer check valve, sangat ideal digunakan pada jalur pipa atau area yang sempit. Prinsip kerja sama dengan swing check valve ada dimana ketika aliran fluida mengalir ke arah yang diinginkan, cakram terbuka dengan adanya gaya gravitasi dan tekanan fluida. Namun dengan adanya aliran balik, dia akan tertutup dengan otomatis.
Baca Juga : Ketahui 5 Hal Kenapa Ball Valve Wajib di Sistem Pipa Anda
Pengaplikasian Check Valve Untuk Berbagai Industri
Check valve sudah banyak digunakan dalam berbagai industri, dan ini ada beberapa pengaplikasian check valve untuk berbagai industri .
1. Industri Kimia
Aplikasi pada check valve pada industri kimia digunakan untuk memastikan dosis bahan kimia yang tepat dan juga menghindari aliran balik yang dapat merusak peralatan dosing untuk mencegah campuran bahan kimia yang berbalik arah dan juga memastikan pembersihan dan perawatan yang optimal. Fungsi check valve dalam industri kimia meliputi :
- Menjaga Keakuratan dan efisiensi proses kimiawi
- Mencegah campuran bahan kimia yang berbalik arah sehingga bisa menghindari reaksi yang tidak diinginkan serta menjaga kualitas produk
- Memastikan pembersihan dan perawatan yang optimal mencegah kontaminasi
2. Industri Migas (Minyak dan Gas)
Dalam industri minyak dan gas, check valve dipakai di pipa transportasi, pompa, sistem injeksi gas, dan separator. Fungsinya untuk mencegah aliran balik yang bisa menyebabkan kontaminasi, kerusakan pompa, gangguan tekanan, hingga tercampurnya kembali fluida yang sudah dipisahkan. Dengan begitu, check valve berperan penting dalam menjaga keselamatan kerja, efisiensi operasional, dan keandalan sistem migas.
3. Industri Farmasi
Dalam industri farmasi, check valve termasuk katup diafragma yang digunakan untuk menjaga higienitas dan kestabilan proses. Penerapannya dapat meliputi bioreaktor untuk mengontrol aliran fluida, sistem air murni agar tidak terjadi kontaminasi balik, proses pembuatan tablet untuk memastikan dosis bahan kimia tepat, serta sistem fermentasi guna mengatur aliran udara dan cairan secara stabil. Dengan fungsi tersebut, check valve membantu menjamin kebersihan, keamanan, dan konsistensi kualitas produk farmasi.
Cara Pemasangan Check Valve
Pemasangan check valve relatif sederhana, namun tetap perlu dilakukan dengan hati-hati agar berfungsi optimal. Berikut langkah-langkahnya:
1. Kenali Ukuran dan Jenis Pipa
Ukur diameter pipa dan pilih check valve yang sesuai. Pastikan juga jenis valve cocok dengan aplikasi, misalnya untuk air, gas, atau fluida kimia.
2. Periksa Valve dan Pipa
Bersihkan bagian dalam valve dari kotoran atau partikel asing yang bisa menghambat aliran. Cek juga kondisi permukaan pipa agar tidak ada goresan atau cacat yang mengganggu penyegelan.
3. Perhatikan Penempatan
Pasang check valve sesuai arah aliran (biasanya ada tanda panah). Posisi bisa horizontal maupun vertikal, tergantung jalur pipa. Jangan lupa matikan aliran utama sebelum pemasangan.
4. Pasang dengan Rapat
Sambungkan valve ke pipa menggunakan ulir atau kunci inggris sesuai jenisnya. Pastikan terpasang rapat, kokoh, dan tidak ada celah yang berpotensi bocor.
5. Lakukan Pengujian
Nyalakan kembali suplai fluida untuk memastikan valve bekerja dengan baik. Jika aliran balik masih terjadi atau terdapat kebocoran, periksa ulang arah pemasangan dan kerapatan sambungan.
Dengan memahami apa itu check valve, fungsi, jenis, dan cara pemasangannya, Juragan bisa lebih mudah memilih katup yang tepat untuk kebutuhan sistem perpipaan. Pemilihan check valve yang sesuai tidak hanya menjaga aliran fluida tetap aman, tetapi juga membantu memperpanjang usia pompa, mencegah kerusakan, serta meningkatkan efisiensi operasional. Pastikan selalu menyesuaikan jenis check valve dengan standar pipa dan kebutuhan industri agar sistem berjalan optimal dan bebas dari risiko aliran balik.
Juraganmaterial.id menjual berbagai merk dan pilihan untuk Check Valve, Jika Anda butuh check valve berkualitas untuk proyek atau kebutuhan instalasi Juragan bisa klik disini ! dapatkan penawaran harga khusus dan juga kompetitif di Juragan Material !