Diterbitkan Selasa, 8 November 2022

6 Alasan Mengapa Kontraktor Bangunan Harus Menggunakan ACP

Bagi sebagian besar orang, mungkin ACP adalah istilah yang belum familier di telinga. Padahal, ACP adalah salah satu material yang banyak digunakan dalam bangunan komersial, seperti hotel, mal, hingga gedung perkantoran. Jadi, walaupun belum pernah mendengar mengenai apa itu ACP, tetapi kemungkinan besar Juragan sudah pernah melihatnya.

Melalui artikel ini, Juragan dapat mempelajari secara lebih dalam mengenai apa itu ACP. Selain itu, Anda juga dapat mengetahui mengenai apa saja jenis-jenis ACP, kelebihannya, serta pengaplikasiannya. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu ACP?

acp adalah

Aluminium Composite Panel (ACP) adalah sebuah material konstruksi yang terbuat dari kombinasi antara panel aluminium dengan bahan komposit. Biasanya, alumunium composite panel yang satu ini sering digunakan pada berbagai macam bangunan komersial, mulai dari hotel, mal, hingga gedung perkantoran.

Aluminium Composite Panel terdiri dari bahan komposit di mana inti thermoplastic polythene dan inti memiliki daya tahan api yang diapit oleh dua lembaran aluminum tipis. Walaupun begitu, polythene bukan merupakan bahan yang tahan api. Jadi, Anda harus memastikan bahwa ACP tersebut memiliki inti lain yang tahan dengan api.

Biasanya, Anda dapat menemukan Aluminum Composite Panel dengan ukuran lebar 1.200 hingga 1.600 mm dan ketebalan satu hingga 10 mm di pasaran. Umumnya, ACP memiliki bentuk seperti lembaran yang kaku dan memiliki warna menarik, serta bobotnya juga relatif ringan tetapi kuat. Selain itu, Anda juga dapat mengkustomisasi permukaan ACP sesuai dengan keinginan, seperti membuat pola kayu atau keramik.

Apa Saja Jenis-Jenis ACP?

Ketika hendak menggunakan ACP, Anda dapat menemukan dua jenis yang berbeda di pasaran. Berikut ini adalah dua jenis ACP yang dapat digunakan untuk konstruksi bangunan.

1. PVDF (Poly vinyl de Flouride or Polyvinylidene Difluoride)

ACP PVDF memiliki lapisan yang sangat tebal, dapat bertahan dalam berbagai cuaca yang ekstrem, serta warnanya tidak akan mudah pudar. Oleh karena itu, ACP PVDF ini sangat cocok untuk digunakan pada bagian eksterior sebuah bangunan. Harga dari ACP PVDF ini relatif mahal karena berbagai macam keunggulannya tersebut.

2. PE (Polyester)

ACP jenis Polyester hanya memiliki satu lapisan, yang mana membuatnya lapisannya lebih tipis. Oleh karena itu, harga dari jenis Polyester pe ini lebih murah dari jenis PVDF. Biasanya, ACP Polyester sering digunakan untuk konstruksi interior sebuah bangunan, seperti untuk plafon, partisi, atau penutup kolom.

Baca Juga: Memilih Bahan Bangunan Rumah yang Sesuai Kebutuhan

Mengapa Bangunan Harus Menggunakan ACP?

Banyak sekali bangunan komersial yang menggunakan ACP pada konstruksinya. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa ACP sering digunakan.

1. Tahan Terhadap Berbagai Cuaca

ACP yang terbuat dari lapisan aluminum dan bahan komposit dapat bertahan terhadap berbagai macam cuaca, baik itu yang panas terik maupun hujan deras. Selain itu, ACP juga mampu menahan korosi, garam, asam, serta sinar ultraviolet. Bahkan, lembaran ACP dapat bertahan hingga puluhan tahun tanpa perlu diganti dan ramah lingkungan.

2. Bobotnya Ringan

Meskipun ACP memiliki bentuk yang sangat kaku dan kuat, tetapi bobot dari setiap lembarannya relatif ringan, yaitu sekitar 3,5 kg hingga 5,6 kg per m2. Berkat bobotnya yang ringan, setiap lembaran ACP dapat dengan mudah diangkat dan dipindahkan. Jadi, pekerja konstruksi juga dapat bekerja dengan jauh lebih mudah.

3. Mudah Diaplikasikan

Salah satu keunggulan ACP yang membuatnya banyak digunakan adalah kemudahan pengaplikasiannya. ACP dapat dengan mudah dibentuk, dilipat, dibor, hingga melengkungkan ACP dengan mudah. Bahkan, proses pemasangannya juga dapat dilakukan dengan peralatan yang sederhana dan mudah ditemukan.

4. Tahan Terhadap Benturan

ACP memiliki permukaan yang kaku sehingga membuat lapisannya tidak mudah tergores dan tidak mudah patah. Jadi, ketika hendak memindahkan atau mengangkat lembaran ACP, Anda tidak perlu khawatir jika terjadi benturan karena hal tersebut tidak akan memengaruhi bentuk dari lembaran ACP tersebut.

5. Tampilan yang Indah

Lembaran ACP memiliki permukaan yang rata dan halus, jadi tampilannya akan sangat cantik dan bahkan bisa terlihat mengilap ketika terkena sinar matahari. Oleh karena itu, bagian eksterior bangunan yang dilapisi menggunakan ACP dapat terlihat sangat cantik, elegan, mewah, dan menambah nilai estetikanya. Jadi, tidak mengherankan jika memang banyak bangunan komersial yang menggunakan material satu ini.

6. Dapat Dikustomisasi

Apabila Anda tidak ingin menggunakan lembaran ACP dengan permukaan yang hanya memiliki satu warna, tenang saja karena Anda dapat mengkustomisasi permukaan ACP. Beberapa produsen ACP menyediakan opsi kustomisasi di mana Anda dapat menyesuaikan permukaannya seperti menjadi motif kayu atau keramik.

Baca Juga: 7 Jenis Atap Kanopi dan Manfaatnya

Apa Saja Kekurangan ACP?

ACP dengan daya tahan yang dimilikinya banyak dipakai sebagai penutup permukaan dinding. Bahan ACP biasa digunakan untuk rumah ataupun interior bangunan dengan konsep minimalis sesuai dengan spesifikasi ruangan. Penggunaan ACP dikombinasikan dengan bahan logam atau kaca, yang bertujuan untuk memperindah tampilannya baik dari segi warna dan pola. Meski begitu, pemasangan ACP tetap memiliki kekurangan, yaitu sebagai berikut:

  • Lembaran cukup berisiko terhadap sambaran petir jika sistem grounding kurang bagus terhadap bangunan utama.
  • Kekuatan terhadap tekanan angin kurang sehingga mengakibatkan adanya risiko terhadap keselamatan karena konstruksi yang kurang baik.
  • Suhu tinggi lapisan inti bisa menggelembung, hal ini mengakibatkan permukaan aluminium tidak rata sehingga bisa mengurangi keindahan.
  • Bahan inti yang terbuat dari polyethylene dan lem pengikat ke lapisan aluminium akan mengeluarkan gas beracun dalam suhu panas yang tinggi.
  • Meski lembarannya tahan api, harganya dianggap relatif mahal.
  • Diperlukan adanya tenaga pemasangan khusus yang professional.
  • Memiliki resiko sambaran petir lebih tinggi karena terbuat dari logam.

Cara Memasang ACP Pada Bangunan Komersial

Hal pertama yang harus diingat ketika hendak memasang ACP adalah Anda tidak dapat memasangnya sendiri, kecuali Anda adalah ahlinya. Jadi, pastikan untuk menggunakan tenaga ahli ketika hendak memasang ACP. Namun, jika Anda ingin mengetahui bagaimana seorang ahli memasang ACP, berikut ini adalah beberapa langkah-langkahnya.

1. Plester Dinding

Sebelum memasang ACP, pastikan untuk memplester dinding yang ingin dipasangkan ACP terlebih dahulu. Selain itu, Anda juga harus memasang bracket pada dinding tersebut. Jangan sampai plesteran yang pada dinding tersebut belum siap dan bracket belum terpasang.

2. Marking

Setelah dinding diplester dengan baik, selanjutnya Anda perlu melakukan proses marking agar ACP dapat terpasang dengan sempurna. Pastikan untuk melakukan marking dengan sangat teliti dan saksama agar Anda bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

3. Gunakan ACP yang Sesuai

Pastikan Anda menggunakan jenis ACP yang sesuai dengan fungsinya. Jika ingin memasang ACP di luar ruangan, maka Anda sebaiknya menggunakan ACP jenis PVDF. Sementara itu, jika ingin memasang ACP di bagian dalam rumah, maka akan jauh lebih baik jika Anda menggunakan ACP jenis PE saja.

Baca Juga: Mengenal Scaffolding yang Sering Digunakan Oleh Penyedia Jasa Konstruksi

Berapa Harga Acp?

Penerapan ACP banyak kita jumpai pada bangunan-bangunan komersial di sekitar kita seperti mal, hotel, kantor, dan sebagainya. Lantas berapa harga ACP?

  1. ACP Seven Marks 3 mm Rp315.000 per lembar dengan ukuran 2.400 mm x 1.220 mm
  2. ACP Seven PVDF 0.30 mm Standard Rp776.000 per lembar dengan ukuran 2.400 mm x 1.220 mm
  3. ACP Globond PE 0.30 mm Rp559.250 per lembar dengan ukuran 2.400 mm x 1.220 mm
  4. ACP Decobond 2 mm Rp305.000 per lembar dengan ukuran 2.400 mm x 1.220 mm
  5. ACP Aluprima Insta Serat Kayu 3 mm Rp310.000 per lembar dengan ukuran 2.400 mm x 1.220 mm
  6. ACP JIYU PE 0.21 mm Double Side Rp620.000 per lembar dengan ukuran 2.400 mm x 1.220 mm
  7. ACP Alustar 0.21 mm Rp700.000 per lembar dengan ukuran 2.400 mm x 1.220 mm
  8. ACP Alumebond 0.21 mm Rp648.000 per lembar dengan ukuran 2.400 mm x 1.220 mm
  9. ACP Luminate 0.21 mm Rp600.000 per lembar dengan ukuran 2.400 mm x 1.220 mm
  10. ACP Ferobond 0.21 mm PE Rp725.000 per lembar dengan ukuran 2.400 mm x 1.220 mm

Apabila Juragan sedang melakukan konstruksi dan membutuhkan material seperti ACP, langsung saja berbelanja di Juragan Material. Kami menyediakan berbagai macam material bangunan yang lengkap dan dapat dipesan secara online. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Bagikan:

Artikel Terkait

Apa Itu Keramik KW?Juraganmaterial.id menjual berbagai merk dan tipe keramik yang tersedia di Indonesia, baik keramik lokal maupun keramik import. Di Indonesia sendiri dikenal istilah “KW” untuk menentukan kualitas keramik yang dijual apakah lolos dari Quality Control Check atau tidak. Eits, tapi jangan salah Gan, KW dalam keramik bukan berarti palsu ya.Istilah keramik KW 1, KW 2, dan KW 3 digunakan oleh produsen keramik berdasarkan kualitasnya. KW 1 untuk keramik yang lulus uji kualitas atau quality control. KW 2 tidak lulus uji dengan sedikit kerusakan, sedangkan KW 3 kerusakannya lebih banyak, dan keramik “iketan” atau tanpa dus, untuk keramik yang kerusakannya bahkan tidak masuk ke standar KW 3.Anggapan masyarakat bahwa keramik KW 1, KW 2 atau KW 3 adalah produk asli tapi palsu sangat keliru, karena semua keramik dibuat dengan bahan yang sama, hanya saja saat proses pembakaran, terjadi ketidaksempurnaan sehingga ada yang mengalami cacat atau gagal produk. Cacat yang terjadi bisa berbentuk “pin hole” atau seperti bekas jerawat di permukaan keramik, ketidaksesuaian ukuran yang diluar batas toleransi Standar di Indonesia, hingga adanya gompal minor pada bagian permukaan keramik. Untuk itu harga keramik jenis yang sama, keramik KW 2 dapat lebih murah hingga 20% dibandingkan keramik KW 1 bahkan untuk keramik KW 3 bisa mencapai setengah dari harga keramik KW 1.Baca Juga: 6 Desain Pagar Tembok Rumah Minimalis dan UnikJadi, bagaimana untuk mengetahui kondisi keramik yang disebut KW 1, KW 2, dan KW 3? Jika proses produksi berjalan sempurna akan menghasilkan keramik KW 1 yang permukaannya mengkilap merata, nat-nya rapi atau presisi, dan bebas dari noda yang dapat mengganggu tampilan keramik. Jika hasil proses tidak sempurna maka inilah yang sering dikatakan orang sebagai keramik KW 2 atau KW 3. Untuk mengidentifikasi keramik KW 1, 2, dan seterusnya, secara kasat mata tidak dapat dilakukan oleh orang awam.Perbedaan Keramik KW 1, 2, dan 3Jadi, bagaimana untuk mengetahui kondisi keramik yang disebut KW 1, KW 2, dan KW 3? Jika proses produksi berjalan sempurna akan menghasilkan keramik KW 1 yang permukaannya mengkilap merata, nat-nya rapi atau presisi, dan bebas dari noda yang dapat mengganggu tampilan keramik. Jika hasil proses tidak sempurna maka inilah yang sering dikatakan orang sebagai keramik KW 2 atau KW 3. Untuk bisa mengidentifikasi keramik KW 1, 2, dan 3, berikut ini adalah perbedaannya.1. Kode Keramik KW 1Keramik KW1 memiliki ukuran yang presisi, warna lebih stabil serta seragam. Keramik ini juga memiliki motif rapi dan terstruktur, serta tidak terdapat gompal. Para pedagang dan orang awam biasanya mengidentifikasi produk keramik lantai KW 1 dari kemasan produk. Pada kemasan keramik KW 1 biasa ada tulisan “First Grade”, “Grade 1”, “Grade A”, atau “Export Quality”.Baca Juga: 11 Jenis Bahan Bangunan Paling Penting Dalam Konstruksi2. Kode Keramik KW 2Pada keramik KW 2 kekurangsempurnaan pada hasil produksinya lebih kecil sehingga orang awam akan sedikit sulit untuk melihat dan membedakan dengan yang KW 1.  Hanya orang yang berpengalaman dalam urusan keramik yang bisa tahu seperti tukang pasang keramik yang berpengalaman. Warna keramik KW2 umumnya seragam, terdapat motif yang sedikit kurang rapi, dan juga sedikit gompal meskipun kecil. Pada kemasan keramik KW 2, biasa dapat ditemukan keterangan “KW 2”, “Economy Quality”, “Grade B”, atau “Grade 2”.3. Kode Keramik KW 3Keramik KW3 sering kali disebut sebagai kualitas terendah. Kualitas keramik untuk KW 3 sangat jelas terlihat bahkan oleh orang awam sekalipun. Bisa dilihat dari bentuk nat yang tidak presisi atau miring. Pada permukaan keramik juga kadang ditemui retak rambut dan noda hitam seperti KW 2 dengan jumlah yang lebih banyak. Akan tetapi anggapan ini keliru, karena masih ada grade yang lebih rendah dari KW 3 itu sendiri. Keramik KW 3 biasanya di identifikasi dari kemasannya yang tertera keterangan “KW 3” atau menggunakan dus polos tanpa merk.  Baca Juga: Tips Memilih Keramik Sesuai Kebutuhan BangunanSetelah membaca artikel ini, kami harap para Juragan dapat lebih memahami tentang standar kualitas keramik di Indonesia. Produk Keramik yang dijual di juraganmaterial.id adalah keramik First Grade / KW 1, dan untuk keramik KW 2 dan KW 3 selalu ada di keterangan bagian nama produk dan deskripsi, sehingga para Juragan selalu membeli dengan produk dan harga yang tepat. Selamat berbelanja!  #ApaAjaAda

Memiliki rumah sendiri memang impian semua orang. Tapi, seperti yang kita ketahui, memiliki rumah sendiri tidaklah murah dan butuh waktu yang lama untuk bisa mencapai mimpi tersebut. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan dan mempersiapkan semua hal termasuk jenis bahan bangunan yang akan kita gunakan untuk membangun rumah impian kita semua, baik itu rumah baru maupun yang hendak direnovasi. Kualitas terbaik tentunya jadi pilihan agar dapat bertahan lama dan kuat.Jenis Bahan BangunanDibawah ini terdapat beberapa jenis bahan bangunan penting yang harus kamu ketahui ketika membangun konstruksi bangunan. Juragan material telah merangkum 12 bahan bangunan yang paling umum ada di dalam konstruksi, diantaranya:1. Batu BataMaterial bahan bangunan yang pertama yaitu bata merah. Walaupun dibilang harganya mahal dibandingkan dengan batako, namun penggunaan batu bata merah memiliki kekuatan dan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi. Dari segi ukurannya, batu bata tersedia dalam ukuran yang besar maupun sedang, sehingga dapat menyesuaikan dengan bentuk bangunan rumah kita.2. SemenSeperti yang kita tahu, bahan bangunan yang satu ini berfungsi untuk merekatkan batu bata sehingga menjadi kokoh dan kuat. Semen bahan bangunan juga digunakan untuk merekatkan keramik, dan untuk percampuran semen dan air diperlukan perbandingan yang tepat agar dapat merekat dengan baik dan tidak pecah.3. PasirMaterial bangunan pasir berfungsi untuk campuran semen. Bahan alami pasir yang baik memiliki bentuk tekstur butiran tajam karena lebih kuat untuk batu bata ataupun pondasi. Saat sedang memilih pasir, cobalah digenggam, jika menggumpal maka pasir tersebut kurang berkualitas. Dan hindari juga pasir dengan campuran lumpur lebih dari 5%.Baca Juga: 5 Jenis Batu Alam untuk Digunakan di Ruangan Kantor4. Batu KerikilBatu kerikil atau split adalah salah satu material bangunan yang paling umum digunakan untuk membuat beton yang terbuat dari campuran pasir dan semen. Batu kerikil ini memiliki berbagai macam ukuran yaitu mulai dari 5 hingga 50 milimeter dengan rentang jarak per 5 milimeter. Masing-masing jenis ukuran mempunyai kegunaan yang berbeda dari pembangunan materialnya.5. Besi BetonBahan bangunan berupa besi beton memiliki peranan sebagai rangka dari rumah impian kita. Ukuran dari besi beton inipun beragam. Besi beton juga memiliki beberapa jenis, ada yang polos, ulir dan yang berbentuk seperti kanal. Nantinya, kerangka besi beton ini akan diisi dengan semen dan pasir.6. KayuBahan bangunan alami yakni kayu sampai saat ini masih menjadi favorit beberapa kalangan untuk dijadikan kerangka rumah impiannya. Ada banyak jenis kayu yang dapat digunakan dalam proses pembangunan rumah, namun bahan bangunan kayu yang terbaik biasanya berasal dari Kalimantan, seperti kayu kamper Rasamala atau kayu Samarinda.Jika tidak menemukan kayu jenis ini, pilihlah kayu lain dengan kandungan air tidak lebih dari 20%. Jika perlu, pastikan kayu tersebut sudah melewati proses pengovenan agar tidak mudah lapuk.7. GentengJika bangunan sudah kokoh dan terlihat kuat, tidak akan lengkap jika tidak ada genteng sebagai salah satu bahan bangunannya. Seperti yang kita ketahui, genteng berfungsi untuk melindungi dari sinar matahari dan juga air hujan. Pada dasarnya, genteng memang terbuat dari campuran lumpur dan tanah liat yang dibakar hingga berwarna merah kecoklatan. Material konstruksi bangunan yang satu ini dikenal memiliki daya tahan yang sangat kuat sehingga kita tidak perlu khawatir untuk menggantinya selama belasan bahkan puluhan tahun.8. TriplekBahan bangunan yang satu ini juga sangat popular digunakan, biasanya triplek digunakan untuk menutupi langit – langit agar terlihat lebih rapi dan agar kabel – kabel yang berantakan serta kerangka di atap tidak terlihat. Triplek di atap juga dapat dihias dengan cat agar menarik dilihat.Baca Juga: 5 Jenis Atap Kanopi dan Manfaatnya9. PakuSudah menggunakan triplek dan kayu? Tapi semua akan sia – sia jika kita melupakan peran paku. Paku berguna untuk menyambungkan kayu dan triplek, sehingga bagunan lebih kuat. Dan dapat digunakan bersama tali sebagai pemandu pemasangan keramik.10. Pipa – pipaApa jadinya kalau di dalam bangunan rumah kita tidak ada pipa sebagai saluran air? Pipa merupakan bahan bangunan yang sangat penting dalam konstruksi bangunan, digunakan untuk menghubungkan saluran air dan saluran pembuangan kamar mandi, wastafel, dapur, dan lainnya.11. CatCat merupakan bahan bangunan yang penting untuk menutupi permukaan bangunan dalam finishing interior dan ekterior. Kita dapat memilih berbagai pilihan warna sesuai selera kita dan sesuai dengan tema rumah yang kita inginkan. Kebayang kan kalau rumah kita hanya semen tanpa cat?12. KeramikBahan bangunan keramik digunakan untuk melapisi permukaan lantai agar menjadi lebih indah dan aesthetic.Cara Menghitung Bahan BangunanApabila Juragan sudah tahu jenis-jenis bahan bangunan yang akan digunakan dan telah menyelesaikan desain bangunan yang akan dibangun, kini saatnya melakukan perhitungan. Melalui perhitungan ini, kamu dapat memperkirakan seberapa banyak bahan bangunan yang dibutuhkan dan berapa biaya yang mesti dikeluarkan.Baca Juga: 7 Jenis-Jenis Beton Untuk Berbagai KonstruksiPertama-tama yang harus dilakukan yaitu menghitung luas bidang bangunan yang akan dibangun dan kemudian dikalikan dengan jumlah material bangunan. Sebagai contoh, kamu hendak menghitung jumlah bata ringan untuk ruangan yang ukurannya lebar 6 meter, panjang 8 meter, dan tinggi 4 meter, cara menghitungnya adalah sebagai berikut:Nilai keliling ruang x tinggi ruang yaitu, (28 m x 4 m) = 112 m². Bata ringan untuk 1 m²= 0,086 m³. Keperluan bata ringan = Luas dinding x bata ringan untuk 1 m² (112 m² x 0,086 m³/m²), hasilnya adalah 9,632 m³ (dibulatkan menjadi 10 m³).Apabila harga bata ringan Rp750.000 per m³, maka biaya yang perlu kamu persiapkan adalah sebesar Rp750.000 x 10 m³ = Rp7.500.000 (harga tersebut belum termasuk semen serta biaya pemasangan).Bahan bangunan diatas merupakan sebuah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, ya! Pastikan kalian tidak melewatkan salah satu bahan diatas dan jangan lupa untuk mengecek kualitasnya juga, ya!Buat kalian yang kesulitan mencari bahan bangunan, sekarang semua bisa, lho dipesan dan dibeli di Juragan Material! Gak perlu takut juga, Juragan Material menyediakan market online juga yang bisa dilihat di website kita, dengan free ongkir dan berbagai macam cara pembayaran! Yuk, wujudkan mimpi kamu bersama Juragan Material. 

Apakah Juragan tahu apa itu pondasi cakar ayam? Salah satu teknik konstruksi yang dibuat oleh orang Indonesia ini, tepatnya Prof. Dr. (HC). Ir. R. M. Sedyatmo, dapat memungkinkan pembangunan sebuah struktur pada tanah dengan kondisi yang lunak seperti rawa-rawa. Sejak pertama kali diciptakan pada tahun 1961, sekarang pondasi cakar ayam ini sudah banyak sekali digunakan bahkan di berbagai belahan dunia.Melalui artikel ini, Juragan akan mempelajari lebih dalam mengenai apa itu pondasi cakar ayam, sejarahnya, hingga fungsinya. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!Apa Itu Pondasi Cakar Ayam?Pondasi cakar ayam, pondasi cakar ayam, atau konstruksi cakar ayam adalah metode rekayasa teknik dalam konstruksi pondasi bangunan yang diciptakan oleh orang Indonesia, yaitu Prof. Dr. (HC). Ir. R. M. Sedyatmo, pada tahun 1961. Dibandingkan dengan pondasi konvensional, pondasi cakar ayam jauh lebih mudah untuk dipasang pada area tanah yang lunak seperti rawa-rawa.pondasi cakar ayam terdiri dari sebuah pelat beton tipis yang didukung oleh beberapa pipa yang tertanam pada bagian bawah pelat tersebut; hubungan antara pipa-pipa tersebut dengan pelat beton dibuat secara monolit. Bentuk dari pondasi tersebut terlihat seperti cakar ayam, dan dari sana juga namanya tercipta.pondasi cakar ayam sangat cocok digunakan pada area seperti rawa-rawa karena sistem yang terpasang, yaitu antara pelat, cakar, dan tanah, akan menciptakan pelat yang lebih kaku dan dapat lebih tahan terhadap beban serta pengaruh penurunan yang tidak seragam. Selain untuk pondasi di area rawa, pondasi cakar ayam juga banyak digunakan untuk bangunan komersil hingga perkerasan jalan raya yang terdiri dari pelat beton tipis bertulang.Sejarah Pondasi Cakar AyamPada tahun 1961, Prof. Dr. (HC). Ir. R. M. Sedyatmo menjabat sebagai salah satu pejabat di Perusahaan Listrik Negara (PLN). Saat itu, PLN ditugaskan oleh pemerintah Indonesia untuk mendirikan tujuh menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol dalam rangka untuk mendukung sistem kelistrikan Asian Games 1962 yang diadakan di Jakarta.Awalnya, PLN menggunakan pondasi konvensional untuk mendirikan menaranya. Namun, karena tanah di area Ancol masih rawa-rawa dan sangat lunak, PLN kesulitan untuk mendirikan menara. Alhasil, PLN hanya berhasil mendirikan dua menara dalam waktu yang cukup lama, sedangkan mereka diminta untuk mendirikan tujuh menara.Karena waktunya yang sudah makin mendesak dan sistem pondasi konvensional sangat sulit untuk dibangun di area Ancol, Sedyatmo kemudian berusaha mencari solusi hingga akhirnya tercipta sistem pondasi baru, yaitu pondasi cakar ayam. Berkat penemuan Sedyatmo, PLN berhasil mendirikan sisa lima menara lagi dengan tepat waktu dan Asian Games 1962 berhasil berjalan dengan lancar di Jakarta.Baca Juga: Mengenal Scaffolding yang Sering Digunakan Oleh Penyedia Jasa KonstruksiApa Fungsi Pondasi Cakar Ayam?Awalnya, pondasi cakar ayam hanya digunakan untuk pembangunan pondasi di area tanah yang lunak seperti rawa-rawa. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan berkat banyak sekali keunggulannya, kini pondasi cakar ayam sudah banyak digunakan untuk berbagai macam bangunan, seperti:Jalan layangJembatan besarLandasan pesawatGedung pencakar langitWalaupun begitu, konstruksi bangunan seperti rumah memang jarang sekali menggunakan pondasi cakar ayam karena biayanya yang memang jauh lebih mahal dari pondasi konvensional. Selain itu, bangunan kecil seperti rumah juga memang tidak membutuhkan pondasi yang sangat kuat seperti pondasi cakar ayam.Apa Saja Kelebihan Pondasi Cakar Ayam?Berkat berbagai macam kelebihannya, kini pondasi cakar ayam sudah sering sekali digunakan untuk berbagai macam pembangunan di berbagai belahan dunia. Lantas, apa saja sih kelebihan pondasi cakar ayam?1. Cengkraman yang KuatPondasi cakar ayam yang awalnya dibuat khusus untuk membangun pondasi di area tanah yang lunak memang dirancang untuk memiliki cengkraman yang sangat kuat. Bangunan yang dikonstruksi di area tanah yang lunak seperti rawa-rawa sangat rentan mengalami ambles karena tanahnya berair dan dapat membuat pondasi bergerak. Oleh karena itu, pondasi yang dibangun di area tersebut harus benar-benar memiliki cengkraman yang kuat.Oleh karena dapat mencengkeram tanah yang lunak dengan sangat kuat, kini pondasi cakar ayam sering digunakan untuk berbagai macam konstruksi lainnya, terutama bangunan yang sangat besar seperti jalan layang, jembatan, landasan pesawat, hingga gedung pencakar langit. Bayangkan saja, jika pondasi cakar ayam dapat mencengkeram tanah yang lunak dengan kuat, pasti tanah yang padat akan dapat dicengkram dengan jauh lebih kuat.2. Tidak Memerlukan Sistem DrainasePondasi cakar ayam terdiri dari beberapa pipa beton yang sangat kuat dan padat. pondasi ini tidak memiliki celah atau ruangan untuk sistem drainase, seperti pondasi konvensional, dan memang tidak membutuhkannya. Selain itu, pondasi cakar ayam juga tidak membutuhkan sambungan kembang susut yang umumnya ditemukan di pondasi konvensional.Baca Juga: 6 Alasan Mengapa Kontraktor Bangunan Harus Menggunakan ACPApa Saja Kekurangan Pondasi Cakar Ayam?Setiap hal yang memiliki kelebihan sudah pasti akan memiliki kekurangan juga, termasuk pondasi cakar ayam. Berikut ini adalah beberapa kekurangan pondasi cakar ayam yang perlu Anda ketahui.1. Biaya Lebih TinggiApabila dibandingkan dengan pondasi konvensional, pondasi cakar ayam memerlukan biaya pembuatan yang jauh lebih tinggi. Hal tersebut karena pondasi cakar ayam memerlukan banyak sekali material dan dalam jumlah yang banyak, serta membutuhkan banyak peralatan yang sangat canggih untuk membuatnya.2. Tidak Cocok Untuk Bangunan KecilPondasi cakar ayam hanya cocok digunakan untuk konstruksi bangunan yang besar. Beton yang digunakan dalam pembangunan pondasi ini juga memang terbilang sangat besar. Jadi, bangunan kecil seperti rumah tidak cocok menggunakan jenis pondasi yang satu ini.Menarik sekali, kan? Pondasi cakar ayam yang dibuat oleh orang Indonesia kini sudah banyak sekali digunakan untuk berbagai konstruksi di berbagai belahan dunia. Jika Juragan sedang melakukan pembangunan dan membutuhkan material, langsung saja berbelanja di Juragan Material. Kami menyediakan berbagai macam material yang lengkap untuk kebutuhan konstruksi Juragan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!