Diterbitkan Rabu, 10 Mei 2023

10 Jenis Triplek yang Sering Dipakai dalam Dunia Industri

jenis triplek.webp

Penggunaan triplek dalam proses pembangunan pastinya tidak akan terpisahkan. Namun Juragan perlu terlebih dahulu memahami jenis-jenis triplek yang tersedia di pasaran. Pasalnya jenis triplek yang berbeda memiliki spesifikasi dan kegunaan yang berbeda. 

Itu sebabnya Juragan Material sudah menyediakan informasi penting terkait triplek yang perlu diketahui. Mulai dari jenis-jenisnya yang bisa Juragan gunakan untuk konstruksi, sampai kegunaan serta semua kelebihan dan kekurangannya. Sudah siap? Mari mulai pembahasannya sekarang! 

Jenis Triplek yang Sering Digunakan dalam Dunia Industri

jenis jenis triplek.webp

Triplek yang tersedia di pasaran punya banyak jenisnya yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Namun jangan sampai salah memilih karena keberadaan masing-masing jenis triplek memiliki tujuan penggunaan yang berbeda. Coba pelajari masing-masing jenis tripleknya berikut ini. 

Sebelum membahas jenis-jenis triplek untuk industri, perlu Anda ketahui standar ukuran triplek yang ada di Indonesia. Ukuran standar untuk triplek adalah 2440 mm x 1120 mm.

Perbedaannya terletak pada ketebalan masing-masing jenis triplek. Di Indonesia, terdapat berbagai jenis kayu yang beragam. Saat ini, yang terpenting adalah memilih kualitas yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan rumah. Berikut adalah jenis triplek beserta fungsinya masing-masing. 

1. Triplek Kayu

Triplek kayu adalah jenis triplek yang terbuat dari lapisan-lapisan kayu tipis yang direkatkan bersama dengan lem. Bahan ini memiliki daya tahan yang cukup kuat dan sangat cocok untuk digunakan dalam konstruksi rumah, bangunan seperti gedung pertemuan, dan furniture

Triplek kayu juga sering dipilih karena memiliki tingkat ketahanan yang baik terhadap kelembapan dan serangga. Jadi tidak heran kalau jenis triplek satu ini banyak dicari oleh masyarakat.

2. Triplek Lapis Phenolic

Selanjutnya ada triplek lapis phenolic yang termasuk jenis triplek paling kuat dan tahan lama. Terbuat dari lapisan-lapisan serat kayu yang ditempatkan secara silang dan direkatkan dengan lem fenolik, triplek lapis phenolic sangat tahan terhadap kelembapan, kerusakan akibat serangga, dan juga api. 

Jenis triplek ini cocok untuk digunakan pada bangunan-bangunan yang membutuhkan kekuatan ekstra dan ketahanan terhadap kondisi lingkungan yang keras. Maksudnya seperti pada pembuatan kolam renang atau tempat-tempat yang sering terkena air. Bisa juga untuk digunakan pada bagian luar bangunan sebagai ornamen tambahan.

3. Triplek MDF

Kemudian ada triplek bernama MDF (Medium Density Fiberboard) yang terbuat dari serat kayu yang dicampur dengan lem dan dipadatkan melalui tekanan tinggi. 

Triplek MDF juga punya kekuatan yang baik dan tidak mudah pecah sehingga membuatnya cocok untuk digunakan dalam pembuatan furniture, lantai, serta dinding. 

Kalau Anda mencari jenis triplek yang lebih tahan terhadap air dan kelembapan maka MDF sangat tepat dipilih. Daya tahannya terbilang lebih kuat jika dibandingkan dengan jenis triplek kayu dan jenis-jenis lainnya. Bisa digunakan dalam membuat beberapa elemen dari sebuah bangunan seperti mall atau rumah sakit.

4. Triplek PVC

Meskipun namanya triplek, tetapi tidak semuanya menggunakan bahan kayu. Ada juga triplek yang menggunakan bahan PVC (Polyvinyl Chloride) alias plastik. Bahan ini tentunya lebih cocok digunakan untuk area-area yang lembap karena tidak akan mudah keropos atau berkarat seperti bahan logam pada umumnya. 

Selain itu triplek PVC juga cukup kuat untuk menahan api dengan kekuatan dan ketahanan yang cukup baik. Triplek PVC sangat tepat digunakan dalam konstruksi bangunan yang membutuhkan ketahanan terhadap lingkungan keras atau bahan kimia yang bersifat korosif. Bangunan seperti rumah sakit atau gedung-gedung lainnya bisa menggunakan triplek ini.

5. Triplek Melaminto

Triplek melaminto sebenarnya juga termasuk jenis triplek yang terbuat dari bahan dasar kayu. Hanya saja kayu yang digunakan akan dilapisi lagi dengan lapisan melaminto pada permukaannya. 

Jangan salah, lapisan ini memberikan kekuatan dan ketahanan ekstra pada triplek sehingga membuatnya tahan terhadap goresan, air, dan suhu yang lembap. Jenis triplek ini biasanya banyak digunakan pada pembuatan furniture maupun dekorasi yang berhubungan dengan interior.

6. Triplek Film

Seperti namanya, triplek film mengacu kepada jenis triplek yang dilapisi dengan film pada permukaannya. Lapisan film ini memberikan perlindungan tambahan pada triplek sehingga penggunaannya membuat jenis triplek satu ini tahan terhadap goresan dan kelembapan. Beberapa tempat seperti mall bisa memanfaatkan triplek ini.

7. Triplek Beton

Triplek Beton adalah jenis triplek yang terbuat dari lapisan serat-sertifikasi yang ditekan dan direkatkan bersama dengan lem. Jenis triplek ini cocok untuk digunakan dalam pembuatan dinding dan lantai, serta pada proyek-proyek konstruksi yang membutuhkan kekuatan ekstra seperti gempa bumi atau angin kencang. Banyak bangunan besar yang memanfaatkan triplek ini. 

Baca juga: 13 Jenis-Jenis Beton untuk Berbagai Konstruksi

8. Teakblock

Jenis triplek ini terbuat dari lembaran papan kayu jati yang disusun secara bertumpuk. Kayu jati yang memiliki kekuatan yang tinggi dan tahan terhadap serangan rayap, sehingga membuat papan teakblock memiliki harga yang relatif tinggi. Kayu teakblock sering digunakan sebagai pelapis papan kayu karena kuat dalam menahan benturan dan perubahan cuaca.

9. Particle Board

Particle board atau partikel board merupakan salah satu jenis material yang sangat diminati dan harganya yang terjangkau. Papan kayu ini terbuat dari serpihan-serpihan kayu yang telah dipadatkan menjadi papan. Walaupun harganya murah, tidak dianjurkan papan kayu ini digunakan sebagai bahan utama dalam konstruksi bangunan, hal ini dikarenakan material ini rentan terhadap air dan dapat membusuk apabila terpapar kelembapan yang tinggi.

10. Multiplek

Papan kayu multiplek terbuat dari lapisan-lapisan kayu yang dipress dengan mesin bertekanan tinggi, sehingga teksturnya rapat dan padat. Kayu multiplek juga memiliki pori-pori yang sangat kecil dan termasuk dalam kategori triplek yang tahan terhadap air.

Baca juga: 11 Bahan Material Bangunan Paling Penting dalam Konstruksi

Kegunaan Triplek untuk Bangunan

kegunaan triplek dalam konstruksi bangunan.webp

Banyak yang mengira bahwa triplek hanya bisa digunakan untuk lantai atau lapisan paling luar pada furniture. Padahal triplek bisa digunakan untuk konstruksi bangunan bertingkat lainnya. Penasaran apa saja? Berikut berbagai kegunaan triplek untuk bangunan yang sesungguhnya. 

1. Pembuatan Dinding

Triplek banyak digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan dinding pada bangunan. Dalam prosesnya, triplek dipasang pada rangka dinding untuk membentuk struktur yang kokoh dan tahan lama. 

Meski kokoh, bebannya tidak berat sehingga bisa mengurangi beban untuk bangunan bertingkat. Triplek juga digunakan untuk menambah ketahanan dinding terhadap gempa dan angin kencang.

2. Pembuatan Lantai

Triplek juga sering digunakan dalam pembuatan lantai pada bangunan bertingkat. Pasalnya penggunaan triplek pada rangka lantai memberikan tampilan finishing yang sangat estetis. 

Namun memang perlu diingat bahwa triplek yang dipakai untuk lantai 1, 2, dan seterusnya harus tahan terhadap beban berat dan aktivitas sehari-hari. Jadi pastikan bahwa Anda sudah memilih triplek yang akan digunakan sesuai kebutuhan beban dan perhitungan yang matang.

3. Pembuatan Pintu dan Jendela

Triplek juga banyak digunakan dalam pembuatan pintu dan jendela pada bangunan. Triplek dijadikan sebagai bahan utama karena triplek mudah dibentuk dan diukir sehingga dapat memberikan tampilan yang lebih menarik.

4. Pembuatan Furniture

Kalau penggunaan triplek sebagai bahan dasar dalam pembuatan furniture pasti sudah tidak asing lagi untuk berbagai bangunan. Kekuatan dan ketahanan triplek membuatnya cocok digunakan dalam pembuatan meja, lemari, dan rak buku. 

Apalagi triplek tidak mudah lapuk atau menurun kualitasnya dalam waktu singkat. Jadi penggunaannya merupakan pilihan bagus jika Anda tidak mau banyak membuang biaya untuk pembelian furniture baru setiap bulan.

Baca juga: 4 Jenis Kayu Ringan dan Kuat yang Cocok untuk Industri furniture 

Kelebihan dan Kekurangan Triplek dalam Konstruksi Bangunan

kelebihan dan kekurangan triplek untuk kosntruksi bangunan

Kalau Anda mengikuti informasi di artikel ini dari awal, pasti sudah mulai terlihat bagaimana penggunaan triplek memberikan banyak kegunaan. Namun jangan langsung terbuai dengan semua kegunaan yang ada. Pelajari lagi apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari bahan material satu ini. 

Kelebihan

Berikut beberapa kelebihan penggunaan triplek dalam konstruksi bangunan. Pahami informasinya dengan saksama supaya Anda tidak salah pilih bahan material untuk proyek pembangunan yang dilakukan. 

1. Kokoh dan Tahan Lama

Triplek terbuat dari beberapa lapis kayu yang disatukan dengan lem sehingga membuatnya menjadi bahan material yang kokoh. Kombinasi seperti ini memberikan kekuatan yang baik dan tahan lama. Triplek juga tahan terhadap serangan serangga dan kelembapan sehingga cocok digunakan untuk konstruksi bangunan.

2. Mudah Dibentuk dan Diukir

Meskipun terlihat keras seperti kayu pada umumnya, triplek merupakan bahan material yang masih dapat dibentuk dan diukir dengan mudah sehingga cocok digunakan untuk membuat desain yang unik. Banyak desainer dan arsitek yang memanfaatkan triplek karena kelenturannya dalam pembuatan furniture maupun elemen dekorasi bangunan lainnya.

3. Tersedia dalam Berbagai Ukuran dan Tebal

Triplek tersedia dalam berbagai ukuran dan ketebalan yang membuatnya fleksibel untuk digunakan dalam berbagai proyek konstruksi. Hal ini memudahkan arsitek dan kontraktor dalam menentukan ukuran dan tebal triplek yang dibutuhkan dalam proyek bangunan.

Baca juga: 4 Jenis Struktur Bangunan yang Efektif untuk Gedung Tinggi

Kekurangan

Berikut beberapa kekurangan yang perlu diketahui agar Anda tidak asal menggunakan triplek. Apalagi harga triplek yang memang lebih terjangkau dari bahan kayu pada umumnya membuat penggunaannya dijadikan sebagai alternatif. Namun jangan sembarangan mengganti bahan material lain dengan triplek. Ketahui dahulu semua kekurangan triplek berikut ini. 

1. Rentan terhadap Air

Meski punya ketahanan yang cukup baik terhadap air dan kelembapan, tetapi triplek juga bisa hancur kalau terkena paparan air secara terus-menerus. Jika terkena air dalam waktu yang lama maka triplek bisa membengkak dan merusak struktur bangunan. Oleh karena itu penggunaannya harus bijak dan disesuaikan dengan kebutuhan.

2. Rentan terhadap Kerusakan Fisik

Triplek juga bisa rusak jika terkena benturan atau tekanan yang sangat kuat. Hal ini bisa terjadi pada saat pengangkutan dan pemasangan. Apalagi triplek memang tidak punya kekuatan seperti bahan logam yang sangat kokoh. 

Jadi dalam proses pengangkutan bahan ke lapangan dan pemasangannya perlu dilakukan secara hati-hati agar kekuatannya masih sama ketika digunakan. 

3. Harga yang Lebih Mahal Dibandingkan Bahan Lainnya

Kalau Anda membandingkannya dengan bahan material dasar lainnya, triplek merupakan bahan bangunan yang cukup mahal. Sebab itu pemilihan triplek harus dipertimbangkan secara matang agar tidak membebani anggaran proyek secara keseluruhan.

Melalui informasi jenis triplek serta berbagai kelebihan dan kekurangannya, semoga Juragan jadi bisa memilih material terbaik yang bisa memenuhi kebutuhan konstruksi. Pastikan Juragan sudah melakukan perhitungan yang tepat demi keberhasilan pembangunan. 

Baca juga: 

Perbedaan Triplek dan Multiplek

Dalam industri kayu, terdapat dua jenis material yang sering digunakan, yaitu triplek dan multiplek. Meskipun kedua material ini terbuat dari kayu, namun ada perbedaan penting antara keduanya. Triplek dan multiplek memiliki perbedaan dalam komposisi dan sifat-sifatnya.

Triplek terdiri dari tiga lapisan kayu, sementara multiplek terbuat dari banyak lapisan kayu yang direkatkan dan dipress dengan kuat. Triplek tidak tahan air, sehingga kekuatannya rendah, sedangkan multiplek tahan air dan lebih tahan lama. Multiplek memiliki tekstur yang lebih rapat, memberikan kesan kokoh dan elegan. Meskipun berbeda, keduanya memiliki fungsi yang sama dalam pembuatan furnitur kayu. Pemahaman mengenai perbedaan ini membantu Anda memilih material yang sesuai dengan kebutuhan proyek kayu Anda.

Ribet membeli bahan material dalam jumlah besar? Tidak lagi! Anda bisa membelinya dengan nyaman di Juragan Material! Bukan hanya triplek, Anda bisa membeli semua bahan material yang dibutuhkan dalam konstruksi di Juragan Material. 

Mulai dari bahan material seperti beton, baja, cat, hingga atap, semuanya telah tersedia dan tinggal Anda pesan dengan mudah. Kunjungi Juragan Material sekarang untuk mendapatkan bahan material yang Anda butuhkan! 

Bagikan:
whatsapp-icon linkedin-icon twitter-icon facebook-icon

Artikel Terkait

bahan bangunan rumah

Membangun sebuah bangunan entah berupa rumah, gedung, maupun jembatan bukanlah perkara mudah. Selain desain bangunan, Anda juga perlu memperhatikan material bangunan yang akan digunakan. Pemilihan material bangunan yang tepat akan membuat bangunan Anda berdiri kokoh dan awet digunakan dalam waktu lama. Sebelum membahas lebih lanjut terkait bagaimana memilih material bangunan yang tepat, mari kita kenali dulu bahan bangunan, berikut dengan keunggulan serta kelemahannya berikut ini:Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Membangun RumahMembangun atau renovasi rumah baru tampaknya menjadi impian bagi hampir setiap orang. Akan tetapi, sebelum bisa membangun bangunan rumah baru, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal ini berguna untuk mencegah kendala dan risiko, sehingga rumah yang Anda bangun sesuai dengan keinginan dan harapan.1. Jumlah penghuni dalam rumahHal pertama yang perlu Anda perhatikan ketika akan membangun rumah baru adalah seberapa banyak jumlah penghuni yang nantinya tinggal di rumah tersebut. Tentunya rumah yang akan Anda bangun harus memenuhi dan menyesuaikan jumlah orang dalam satu keluarga.2. Menentukan kebutuhan tiap anggota keluargaKemudian Juragan juga perlu menyesuaikan kebutuhan tiap penghuni atau anggota keluarga. Contohnya, untuk anak-anak tentu memerlukan kamar tidur anak, ruangan bermain, dan sebagainya.3. Jumlah lantai rumah yang mau dibangunSelanjutnya jumlah lantai rumah yang hendak dibangun juga harus diperhatikan, apakah 1, 2, atau 3 lantai. Hal tersebut berkaitan dengan menyesuaikan kebutuhan anggota penghuni keluarga seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya. Selain itu, jumlah lantai rumah juga harus disesuaikan dengan luas tanah atau lahan yang dimiliki.4. Menentukan anggaran pembangunan rumahAnggaran pengeluaran untuk membangun rumah penting Anda rencanakan secara matang. Pastikan Juragan sudah memperkirakan budget sesuai dengan kemampuan finansial yang dimiliki.5. Menentukan waktu estimasi rumah selesai dibangunTerakhir, Anda harus menentukan target waktu serta kapan rumah akan selesai dibangun. Hal ini bisa memotivasi Anda untuk menemukan cara paling efektif dan strategis dalam membangun rumah sesuai harapan.Jenis Bahan Bangunan RumahDalam membangun rumah, tentunya terdapat banyak jenis material bangunan dengan fungsi yang berbeda-beda dan mesti dipersiapkan dengan tepat agar bangunan rumah dapat berdiri sesuai apa yang diharapkan. Berikut ini terdapat beberapa jenis bahan bangunan yang paling umum untuk digunakan dalam konstruksi rumah.1. Batu Bata MerahMaterial bangunan pertama ialah batu bata. Batu bata sudah ada sejak belasan ribu tahun lalu dan masih digunakan hingga sekarang. Namun bukan berarti material ini tidak memiliki kekurangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangan batu bata. Kelebihannya ialah:Mudah ditemukan serta teruji ketahanannya.Bersuhu dingin sehingga sangat nyaman ditinggali ketika cuaca panas.Lebih tahan lama dan kuat karena dibuat dengan pembakaran.Merekatkan batu bata merah cenderung lebih mudah dan tidak membutuhkan perekat khusus.Bisa dipakai secara fleksibel untuk membangun bidang berukuran besar maupun kecil.Transportasinya lebih mudah karena ukurannya yang tidak terlalu besar.Lebih mudah dipasang tanpa pengetahuan khusus.Lebih tahan api.Lebih tahan terhadap retak rambut.Sedangkan kekurangan dari batu bata merah adalah sebagai berikut:Harganya cukup mahal dibandingkan dengan batako.Dimensi volumenya lebih kecil daripada batako.Waktu pengeringannya memakan waktu cukup lama bila dibandingkan dengan material lain.2. BatakoBatako merupakan salah satu bahan bangunan yang terdiri dari campuran semen dan pasir. Kelebihan batako ialah:Ukurannya lebih besar daripada batu bata sehingga membutuhkan lebih sedikit Batako ketimbang batu bata dalam bangunan.Ukuran batako juga sama sehingga lebih rapi dan mudah dipotong untuk perapian.Lebih ringan dibandingkan dengan batu bata karena ada rongga di dalamnya sehingga lebih cocok untuk bangunan dua lantai atau bangunan lain yang mengandalkan kolom untuk kekuatannya.Kedap air sehingga mampu memperkecil perembesan air hujan dan lebih ringan ketimbang batu bata.Lebih tahan suhu panas.Sedangkan kekurangan batako pada umumnya:Mudah retak dan mudah dilubangi karena ada rongga di bagian tengahnya.Kurang kuat bila dibandingkan dengan batu bata sehingga tidak sesuai untuk bangunan satu lantai yang menggunakan dinding sebagai kekuatan strukturnya.Membuat dinding rumah lebih panas ketika cuaca panas karena sifat tahan panasnya.3. BatuBahan bangunan rumah lainnya ialah batu, khususnya batu alam yang biasa digunakan untuk dekoratif maupun bahan konstruksi membangun rumah. Batu biasa digunakan untuk pembangunan kamar mandi, taman, atau pagar rumah Anda. Ruangan seperti dapur maupun garasi jarang menggunakan batu karena karakter batu sendiri yang mudah kotor dan sulit untuk dibersihkan. Beberapa batu yang digunakan dalam konstruksi ialah batu kali, batu marmer, batu palimanan, granit, andhesit hingga sabak.Baca Juga: 7 Jenis-Jenis Beton Untuk Berbagai Konstruksi4. KayuSelanjutnya terdapat bahan kayu yang umum digunakan sebagai bahan bangunan rumah untuk atap, kusen pintu, atau pembuatan dinding bangunan. Kayu juga biasa digunakan untuk lantai rumah Anda dan cocok digunakan di segala musim salah satunya kayu jati. Meskipun demikian kayu memiliki harga yang lebih tinggi daripada batu bata maupun batako.Kayu bisa digunakan dalam berbagai dimensi dan bentuk sehingga mampu mempercepat proses pembangunan. Kayu lebih tahan terhadap tekanan dan lentur sehingga mudah sekali dalam pengerjaannya. Kekurangan kayu ini ialah sensitif terhadap kelembapan sehingga mudah sekali diserang serangga seperti rayap. Kayu juga tidak tahan api sehingga diperlukan pemrosesan lebih lanjut bila digunakan di tempat-tempat rawan kebakaran.5. MetalMetal merupakan bahan bangunan rumah yang kuat sehingga sering dipakai untuk gedung pencakar langit. Bahan metal ini bisa berupa baja, perak hingga titanium. Baja dan perak lebih sering digunakan karena lebih fleksibel dan tahan lama walaupun berkarat. Ada beberapa orang juga yang menggunakan titanium untuk struktur bangunan walaupun harganya cukup mahal. Besi juga sering dipakai untuk dijadikan bahan bangunan jembatan yang butuh daya tekan kuat.6. PasirBahan bangunan rumah lainnya ialah pasir sering dijadikan campuran semen. Butiran pasir lebih tajam dan kuat untuk dijadikan perekat bata maupun pondasi. Pasir dapat juga digunakan sebagai campuran perekat keramik. Untuk mendapatkan pasir berkualitas, Anda perlu mengepalkannya karena jika menggumpal maka pasir tersebut kurang berkualitas. Pilihlah pasir dengan kandungan lumpur kurang lebih 5%. Pasir yang bagus juga tidak mengandung bahan organik terlalu banyak serta bukan pasir laut.7. GentengGenteng adalah bahan bangunan yang berfungsi untuk melindungi rumah dari paparan sinar matahari serta air hujan. Jenis genteng pada umumnya terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar hingga berwarna coklat kemerahan. Bahan konstruksi rumah satu ini juga dikenal mempunyai daya tahan yang sangat kuat sehingga Anda tak perlu khawatir untuk menggantinya selama puluhan tahun lamanya.Baca Juga: 5 Jenis Batu Alam untuk Digunakan di Ruangan KantorTips Mendapatkan Bahan Bangunan Rumah yang BaikBanyaknya jenis bahan bangunan yang digunakan tentu membuat Anda harus selektif dalam memilih bahan bangunan tersebut. Beberapa tips yang dapat digunakan untuk mendapatkan material yang baik yaitu:1. Setiap bahan yang bagus punya ciri khasSetiap bahan bangunan memiliki ciri khas untuk mempermudah Anda mengidentifikasinya. Sebagai contoh, dalam memilih genteng untuk kebutuhan atap rumah Anda. Anda bisa menggunakan genteng keramik dengan daya tahan tinggi sehingga sering sekali digunakan untuk bangunan kuno seperti kuil. Genteng keramik yang bagus biasa menimbulkan suara yang nyaring ketika Anda ketuk. Pilihlah genteng keramik dengan material pewarna glazur yang dikenal lebih tahan lama.Selain itu, batu bata yang bagus bila diketuk-ketuk permukaannya akan mengeluarkan suara. Batu bata yang bagus juga tidak menyerap banyak air ketika Anda rendam selama 24 jam. Sedangkan untuk besi beton yang bagus juga memiliki ukuran konsisten dari ujung ke ujung.2. Pertimbangkan iklim lokasi bangunan AndaAnda juga perlu mempertimbangkan iklim dari lokasi bangunan yang hendak dibangun. Apabila lokasi bangunan Anda memiliki iklim panas maka bahan batu bata bisa menjadi pilihan tepat. Rumah akan lebih sejuk saat cuaca panas. Pilihlah bahan bangunan dengan pori-pori seperti batu bata agar suhu di dalam rumah menjadi sejuk. Jika Anda tinggal di kawasan dingin, maka bahan metal atau batako akan lebih tepat untuk digunakan.3. Perhatikan pemeliharaan dan energi yang dibutuhkanAgar tidak banyak menimbulkan biaya di masa depan, Anda juga perlu mempertimbangkan aspek pemeliharaan bahan bangunan tersebut. Pilih bahan yang menggunakan perawatan yang mudah dan lebih murah. Dengan begitu, pengeluaran Anda atas bahan bangunan tidak over-budget. Bahan bangunan yang menggunakan energi listrik besar juga memakan banyak biaya. Pilihlah bahan bangunan yang mampu menghemat energi. Sebagai contoh, manfaatkan jendela untuk memberikan sirkulasi udara agar lebih sejuk.Baca Juga: 11 Jenis Bahan Bangunan Paling Penting Dalam KonstruksiJangan lupa untuk memilih distributor bahan bangunan dengan reputasi kredibel. Dengan begitu Anda mendapatkan bahan bangunan berkualitas dengan harga terbaik, seperti di Juragan Material yang memiliki banyak pilihan bahan bangunan dan banyak pilihan pembayaran. Jadi, tunggu apalagi? Pesan sekarang juga!

Jenis Kayu Ringan dan Kuat.webp

Jenis kayu ringan dan kuat menjadi salah satu material yang sering dipilih dan banyak dicari dalam penggunaan bahan furniture di rumah. Penerapan bahan kayu di dalam rumah tentu harus mempertimbangkan kualitas materialnya seperti tahan air, cuaca, dan zat kimia. Bersamaan dengan itu, material kayu yang dipilih mestinya aman dari jangkauan anak-anak.Dalam artikel ini, Juragan akan mendapatkan rekomendasi jenis kayu ringan dan kuat yang bisa Anda gunakan dalam pembangunan rumah saat ini. Namun, sebelum mengetahui rekomendasinya, yuk pahami lebih dalam mengenai jenis kayu satu ini.Apa yang Dimaksud dengan Jenis Kayu Ringan?Kayu ringan merupakan kayu lunak yang mudah untuk dipotong. Kayu ini juga sangat mudah untuk diangkat dan dipindahkan karena memiliki massa yang lebih ringan dari kayu pada umumnya. Selain itu, jenis kayu ini juga sangat mudah untuk diolah dan dipakai untuk pembuatan furniture.Penggunaan jenis kayu ringan disarankan untuk penggunaan furniture di dalam rumah saja. Hal ini dikarenakan furniture dari kayu ringan rentan mengalami lapuk dan berjamur ketika berada di bawah sinar terik matahari atau bahkan terkena air hujan.Baca Juga: Alasan Mengapa Kontraktor Bangunan Harus Menggunakan ACPApa Saja Jenis Kayu Ringan dan Kuat yang Cocok untuk Industri Furniture?Berikut ini beberapa jenis kayu yang memiliki kualitas terbaik dan dapat dijadikan bahan mebel atau furniture.1. Kayu JatiKayu jati memiliki ciri berwarna cokelat agak kekuning-kuningan dan banyak ditemukan di pulau Jawa atau Sulawesi. Kayu jati tidak bisa tumbuh maksimal di daerah lain karena kandungan tanah yang berbeda akan memiliki tingkat keasaman yang berbeda pula.Butuh waktu hingga puluhan tahun untuk bisa menggunakan kayu jati sebagai bahan mebel atau furniture. Faktor usia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga kayu jati menjadi mahal. Hal inilah yang membuat kayu jati disebut sebagai kayu premium. 2. Kayu MahoniBerbeda dengan ciri kayu lainnya yang berwarna terang dan cerah, kayu mahoni memiliki ciri berwarna kemerahan. Makin tua usia kayu mahoni, maka warna merahnya juga akan makin pekat.Kayu mahoni sebaiknya tidak digunakan di luar ruangan sebab kayu jenis ini cukup rentan terhadap rayap dan jamur. Kayu ini memiliki pori-pori kecil sehingga kayu mahoni memiliki serat yang lebih halus dibandingkan kayu jati. Oleh karena itu, jenis kayu seperti ini sangat cocok digunakan sebagai bahan furniture.3. Kayu BalsaJenis kayu ringan lainnya bernama kayu balsa, kayu jenis ini adalah salah satu jenis kayu ringan namun sangat kuat dan lentur. Kayu balsa mudah melengkung tidak seperti kayu lainnya yang mudah patah juga kaku, sehingga banyak digunakan sebagai material kerajinan tidak hanya sebagai furniture saja.Kayu ini mudah ditemukan di area Jawa dan Sumatra sehingga stoknya cukup melimpah dan harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Kayu balsa memiliki ciri berwarna putih keabu-abuan sehingga sangat cocok jika di-finishing menggunakan warna yang transparan.4. Kayu Jati Belanda (Kayu Pinus)Kayu jati belanda berbeda dengan kayu jati asli, sebab harga kayu ini relatif lebih terjangkau. Tentunya, kayu jenis ini sangat cocok jika dijadikan sebagai produk mebel atau furniture.Kayu jati belanda memiliki warna putih dengan serat lurus sedikit bergelombang, kayu jenis ini memiliki serat kayu pinus yang menonjol sangat jelas. Namun, ketika kayu ini diolah menjadi furniture, diperlukan ketelitian yang tinggi karena kayu ini memiliki detil mata kayu yang mudah retak atau patah jika ada kesalahan sedikit saja dalam proses pemotongan.Baca Juga: Mengenal Istilah Kode Keramik KW 1, 2, 3 di Indonesia5. Kayu SungkaiKayu sungkai memiliki beberapa kelebihan yang menarik untuk dijadikan furniture. Pertama, kepadatan kayu sungkai tergolong moderat yang membuatnya cukup mudah untuk diolah. Sehingga, perajin dapat memahat dan membentuk kayu sungkai sesuai desain yang diinginkan.Selanjutnya, kayu sungkai mempunyai serat halus yang membuat permukaan furniture tampak lebih menarik. Kayu ini juga sangat responsif pada proses pewarnaan, sehingga Anda dapat membuat berbagai nuansa dan tampilan pada furniture.6. Kayu CedarKayu cedar cocok untuk dijadikan furniture karena sifatnya yang ringan dan tahan terhadap pengaruh cuaca, dan juga tahan dengan serangan serangga. Kayu ini berasal dari pohon cemara, dan memiliki warna yang indah serta serat halus yang memberikan tampilan elegan pada furniture Anda.Bagaimana Cara Agar Finishing Jenis Kayu Ringan Lebih Merata?Ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk melakukan finishing pada jenis kayu ringan agar hasil akhirnya terlihat lebih merata. Bagaimana caranya? Juragan dapat melihat berbagai tipsnya berikut ini.1. Aplikasikan Dempul KayuHal pertama yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengaplikasikan dempul kayu atau yang biasa disebut dengan wood filler. Fungsinya adalah untuk menutupi pori-pori kayu sehingga memudahkan penyerapan noda pada kayu dan hasil pernis menjadi lebih rata.2. Aplikasikan Cat Dasar KayuCat dasar kayu juga dapat membantu proses finishing pada jenis kayu ringan agar terlihat lebih rapi. Cat ini memiliki tekstur yang sangat cair sehingga dapat dengan mudah terserap hingga ke dalam pori-pori kayu.3. Amplas KayuProses mengamplas wajib dilakukan sebelum proses finishing dilakukan. Proses ini diperlukan untuk menghaluskan permukaan kayu sehingga hasil finishing pada jenis kayu ringan terlihat lebih rapi.Baca Juga: Mengenal Pondasi Cakar Ayam, Teknik Konstruksi Asli Indonesia4. Aplikasikan Top CoatTop coat dapat memberikan perlindungan lebih pada jenis kayu ringan. Lapisan kayu akan menjadi lebih kuat sehingga mencegah terjadinya kelembapan, meminimalisir goresan, dan segala jenis cacat yang dapat disebabkan oleh faktor eksternal. Apabila Juragan sedang melakukan pembangunan yang membutuhkan kayu ringan untuk bahan furniture, Anda dapat langsung menghubungi Juragan Material sekarang juga. Kami menyediakan berbagai macam material yang Anda butuhkan secara lengkap. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

jm-exhaust-1.jpg

Exhaust fan merupakan perangkat yang berfungsi untuk mengeluarkan udara kotor, uap, atau bau dari sebuah ruangan. Dengan begitu, ruangan menjadi lebih adem dan sirkulasi udara pun jadi lebih sehat. Di sisi lain, exhaust fan hadir dalam berbagai ukuran, lantas bagaimana tips memilih exhaust fan yang tepat? Agar fungsi exhaust fan optimal, Anda perlu memperhatikan beberapa hal sebelum memasangnya. Mulai dari ukuran exhaust fan, tingkat kebisingan, kesulitan instalasi, konsumsi listrik, hingga luas ruangan. Untuk itu, simak jenis hingga tips memilih exhaust fan yang tepat untuk hunian Anda!Memilih Exhaust Fan yang TepatJenis-jenis Exhaust Fan Penting untung mengetahui berbagai jenis exhaust fan yang tersedia di pasaran. Pasalnya, exhaust fan dapur pun berbeda dengan exhaust fan plafon. Simak jenis-jenis exhaust fan berikut ini! Exhaust Fan DapurSesuai dengan namanya, exhaust fan ini dipasang di dapur dan diletakkan tepat di atas kompor. Dengan begitu dapur bebas dari bau, pengap, dan uap dari memasak. Beberapa exhaust fan dapur juga dilengkapi dengan filter untuk menangkap lemak dan sejenisnya. Exhaust Fan DindingExhaust fan dinding merupakan salah satu jenis yang banyak digunakan pada hunian dan dipasang di dinding. Jenis exhaust fan ini dapat digunakan di dapur, kamar mandi, kamar tidur, dan sebagainya.  Ceiling Exhaust FanCeiling exhaust fan atau exhaust fan plafon dapat digunakan di berbagai macam area, seperti kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan sebagainya. Selain membuat sirkulasi udara jadi bersih, ceiling exhaust fan ini dapat dipilih untuk tampilan rumah yang lebih rapi. Inline Exhaust FanInline exhaust fan merupakan jenis exhaust fan yang diletakkan pada saluran udara. Umumnya digunakan pada aplikasi komersial atau ruangan yang sangat luas. Exhaust fan yang satu ini tidak menimbulkan kebisingan karena mesin umumnya berada di luar ruangan. Exhaust Fan Kamar MandiMeskipun exhaust fan pada umumnya dapat digunakan di kamar mandi, tetapi Anda dapat memilih exhaust fan khusus kamar mandi karena umumnya dilengkapi dengan fitur sensor kelembapan dan aktif secara otomatis pada tingkat tertentu.Tips Memilih Exhaust FanSetelah mengetahui berbagai jenis exhaust fan di pasaran, simak beberapa tips memilih exhaust fan mulai dari ukuran, level kebisingan, hingga fitur yang ditawarkan berikut ini. Pilih Exhaust Fan Sesuai DayaHal pertama yang harus Anda lakukan sebelum memasang exhaust fan adalah memilih exhaust fan sesuai daya listrik. Perlu Anda ketahui, jika ruangan yang Anda memiliki ventilasi udara, maka tekanan exhaust fan tidak terlalu tinggi. Sebaliknya, ruangan tanpa ventilasi udara membuat tekanan exhaust fan tinggi. Pasalnya, hal ini berkaitan dengan daya listrik rumah Anda. Carilah exhaust fan dengan daya yang sesuai kapasitas. Sesuaikan dengan Ukuran RuanganAda berbagai macam ukuran exhaust fan di pasaran mulai dari 8 hingga 12 inci. Maka dari itu, pilihlah ukuran exhaust fan yang sesuai dengan ruangan rumah Anda. Sebagai perkiraan, Anda dapat memilih exhaust fan 8 inci untuk ruangan berukuran 4 m2, exhaust fan 10 inci untuk ruangan berukuran 8 m2, dan exhaust fan 12 inci untuk ruangan berukuran 12 m2. Perhatikan Area PemasanganSebelum memutuskan pasang exhaust fan, Anda juga perlu memperhatikan area pemasangannya. Pasalnya beberapa i membutuhkan pembuangan udara, seperti area luar atau halaman rumah. Selain itu, perhatikan juga level kebisingan exhaust fan yang Anda akan gunakan. Pilihlah exhaust fan dengan level kebisingan rendah untuk area kamar tidur atau ruang keluarga. Perhatikan Nilai EstetikaTidak ada salahnya untuk memperhatikan nilai estetika rumah dalam pemasangan exhaust fan. Jika rumah Anda masih dalam tahap pembangunan, Anda dapat memilih exhaust fan plafon karena tidak mengganggu pemandangan sekitar. Terutama jika Anda memiliki hunian model minimalis modern, maka exhaust fan yang tidak terlalu menonjol dapat jadi pilihan yang tepat! Temukan Exhaust Fan dan Perlengkapan Rumah Lainnya di Juragan MaterialItulah beberapa jenis serta tips memilih exhaust fan yang tepat untuk hunian Anda. Penting untuk menyesuaikan exhaust fan dengan daya listrik, luas ruangan, dan tipe hunian yang Anda miliki agar exhaust fan bekerja optimal! Untuk Anda yang ingin membeli exhaust fan, temukan exhaust fan terbaik dan terlengkap hanya di Juragan Material. Harga exhaust fan di Juragan Material mulai dari Rp195 ribu saja. Belanja perlengkapan rumah di Juragan Material, dijamin Anda akan mendapatkan penawaran terbaik! Tidak hanya itu, Juragan Material juga menyediakan jenis pengiriman dan pembayaran yang beragam. Anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan.  Apalagi, jika Anda memiliki usaha kontraktor, Juragan Material punya fitur Juragan Modal, pinjaman untuk kontraktor dengan waktu tempo hingga 90 hari! Juragan Modal memberikan pinjaman mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. Untuk menikmati fitur Juragan Modal, segera Upgrade Akun ke Juragan Modal dan isilah dokumen yang diperlukan.Prosesnya mudah, Anda akan mendapatkan konfirmasi di hari yang sama! Untuk informasi selengkapnya, cek di sini!