Diterbitkan Senin, 21 November 2022

10 Jenis Batu Alam untuk Digunakan di Ruangan Kantor

Tahukah Juragan bahwa ada banyak jenis batu alam yang biasa digunakan pada berbagai macam konstruksi? Setiap jenis batu alam tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Batu alam sendiri sering digunakan sebagai material untuk tembok, lantai, meja, hingga finishing rumah dan masih banyak lagi.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari apa saja jenis-jenis batu alam yang biasa digunakan dalam konstruksi. Selain itu, Anda juga akan dapat mengetahui bagaimana batu alam diterapkan pada bangunan komersial seperti gedung perkantoran. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: 6 Desain Pagar Tembok Rumah Minimalis dan Unik

Apa Saja Jenis Batu Alam yang Cocok Untuk Digunakan di Ruangan Kantor?

Bagi kebanyakan orang, semua batu dianggap sama. Namun, bagi seorang arsitek, desainer, dan ahli geologi, setiap batu dianggap unik dan memiliki berbagai macam fungsinya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa jenis batu alam yang perlu Anda ketahui.

1. Batu Marmer

marmer.png

Marmer adalah batuan metamorf yang terbentuk ketika batu kapur terkena suatu panas atau dipanaskan dan mendapatkan tekanan metamorfisme. Batu ini termasuk ‘lunak’ dan dapat dengan mudah rusak, terutama terdiri dari kalsit, dan biasanya memiliki kandungan mineral lain seperti tanah liat, mika, kuarsa, oksida besi, dan grafit.

Selama berabad-abad, marmer telah menjadi salah satu bahan bangunan yang dianggap mewah dan sering digunakan di istana, monumen, atau kuil di seluruh dunia. Keanggunan dan keindahan batu marmer bahkan masih tetap memikat sampai hari ini, dan masih populer digunakan di rumah dari orang-orang dari ekonomi kelas atas.

Marmer sangat sempurna untuk dijadikan sebagai material meja dapur, kamar mandi, hingga pintu masuk. Marmer dapat menambahkan kecanggihan yang tidak bisa Anda dapatkan dari jenis batu alam lainnya. Marmer sendiri adalah batu yang berorientasi pada pola, yang berarti mereka memiliki latar belakang sebagian besar putih, hitam atau, abu-abu dengan motif yang unik di bagian atas latarnya.

2. Batu Kapur (Limestone)

batu kapur.png

Batu kapur adalah batuan sedimen yang sebagian besar terdiri dari kalsit. Umumnya, batu kapur diproduksi dengan hasil akhir yang diasah, karena sebagian besar tidak dapat dipoles dengan baik karena sifatnya yang halus. Batu kapur umumnya berwarna gading, coklat atau abu-abu dan memiliki tingkat kekerasan yang rendah hingga sedang.

Terlepas dari kisah asal usulnya, tekstur dari batu kapur yang unik, warnanya terang, dan daya tahannya yang mengesankan, membuatnya sangat dicari dalam berbagai konstruksi dan desain, terutama batu kapur Fossil Grey. Penampilan dari batu kapur yang sangat mewah menjadikannya bahan yang banyak dicari dan sangat populer digunakan untuk lantai, dinding, trim dekoratif, dan veneer.

3. Batu Travertine

travertime.png

Travertine adalah bentuk batu kapur yang lebih kompak dan berpita, ditandai dengan banyak lubang dan ruang melalui batu. Travertine tersedia dalam berbagai corak, potongan, dan tekstur, masing-masing bergaris dengan semburan warna yang unik dan eksotis. Ukuran, warna, dan jenis polanya tergantung pada cara batu dipotong.

Travertine adalah jenis batu alam yang terletak di dekat sumber air panas dan gua batu kapur, disebabkan oleh batu kapur yang menyerap kalsium karbonat dari lingkungan sekitarnya. Daya tahan dan ketahanan benturannya membuat travertine sempurna untuk permukaan dengan penggunaan yang sangat sering seperti lantai dapur dan kamar mandi.

4. Batu Granit

granit.png

Batu granit adalah batuan beku yang terbentuk dari magma yang berada jauh di dalam kerak bumi. Granit umumnya terdiri dari kuarsa dan feldspar sehingga sangat tahan gores dan tahan panas. Porositasnya yang rendah menjadikan batu alam granit sebagai bahan yang sangat baik untuk aplikasi internal dan eksternal, terutama cocok untuk meja dapur dan lantai dapur.

Sebagai bahan bangunan, granit sangat disukai karena daya tahannya yang mengesankan, teksturnya yang berpasir, dan ketahanannya yang kuat terhadap kotoran. Anda dapat menemukan granit di berbagai bangunan seperti katedral, jembatan, dan bangunan komersial lainnya. Dalam konstruksi dan dekorasi rumah, granit biasanya digunakan dalam paving, ubin, dan sebagai bahan untuk membuat meja dapur.

5. Batu Kuarsit

kuarsit.png

Kuarsit memiliki fitur fisik dan mekanik yang serupa, jika tidak lebih kuat, daripada granit. Kuarsit sangat cocok untuk aplikasi interior rumah dan eksterior rumah, tergantung pada jenisnya, dan dapat secara unik menawarkan warna dan pola yang mirip dengan marmer tetapi dengan ketahanan dan kekerasan granit, menjadikannya bahan yang sangat cocok untuk meja dapur.

Kuarsit juga dapat digunakan sebagai bahan untuk dinding, atap, lantai, anak tangga, dan keperluan di dapur lainnya. Secara alami, kuarsit tahan air dan tahan noda, menjadikannya favorit di antara para desainer. Selain itu, kuarsit juga memiliki kekuatan yang tinggi, ketangguhan yang ekstrem, dan pilihan warna dan pola yang beragam.

6. Batu Palimanan

batu palimanan

Image Source: https://pacificpaint.com/12-jenis-batu-alam-terbaik-untuk-rumah/

Salah satu jenis batu alam ini cukup terkenal karena daya tahan serta kekuatannya. Sesuai namanya, batu palimanan diproduksi dari jenis batuan Gunung Ciremai, Kecamatan Palimanan, Cirebon. Dengan keawetan yang sangat baik, membuat batu ini seringkali dipakai untuk taman, dinding luar rumah atau bangunan lain dan dapat digunakan juga sebagai pagar tembok. Cara merawatnya pun tidak terlalu sulit dan mahal, Juragan hanya perlu menyikatnya setiap 6 bulan sekali dengan sikat plastik.

7. Batu Templek

batu templek

Image Source: https://berita.99.co/gambar-batu-alam/

Jika diperhatikan, Anda mungkin seringkali melihat penggunaan batu templek pada bangunan zaman sekarang. Hal itu dikarenakan, beberapa arsitek rumah memanfaatkan batu jenis ini, meski permukaan batunya tidak beraturan. Namun justru dari hal itu, batu templek terlihat estetik saat diaplikasikan pada dinding rumah atau kantor. Daya tahan dari batu ini pun kuat walau bentuknya cenderung tipis.

Selain bentuknya yang indah, batu ini juga sangat mudah dirawat serta jarang terkena jamur atau lumut. Apabila batu alam templek kotor seperti terkena debu, Anda hanya perlu menyiramnya dengan air lalu mengelapnya memakai kain lap.

8. Batu Andesit

batu andesit

Image Source: https://pacificpaint.com/12-jenis-batu-alam-terbaik-untuk-rumah/

Jenis batu alam andesit itu sendiri asalnya dari hasil erupsi gunung berapi dan terbentuklah batu andesit yang bisa digunakan untuk mempercantik bangunan khususnya bagian lantai. Batu andesit ini dapat dibilang mempunyai tekstur yang sangat kuat, sehingga tahan di cuaca apapun. Tidak sebatas hanya untuk dinding bangunan saja, batu ini juga dapat Anda pahat menjadi suatu karya seni dan dijadikan hiasan ruangan.

9. Batu Paras Jogja

batu paras jogja

Image Source: https://pacificpaint.com/12-jenis-batu-alam-terbaik-untuk-rumah/

Jika Juragan ingin memiliki tampilan bangunan kantor yang minimalis namun terkesan elegan, Anda bisa memilih batu paras jogja. Batu yang ditemukan pertama kali di wilayah Jogja ini sangat cocok diaplikasikan ke dinding bangunan kantor Anda. Namun kekurangan dari jenis batu paras jogja adalah permukaannya sedikit kasar dan cenderung sulit untuk merawatnya. Maka dari itu, ada baiknya untuk secara rutin membersihkannya agar terhindar dari lumut atau jamur.

10. Batu Candi

batu candi

Image Source: https://berita.99.co/gambar-batu-alam/

Walaupun batu ini bernama batu candi, bukan berarti jenis batu alam ini dipakai atau diambil dari candi-candi bersejarah yang ada di Indonesia. Batu candi bisa Anda aplikasikan untuk melapisi dinding pagar bangunan. Selain itu, batu jenis ini memiliki pori-pori yang cukup lebar atau terbuka sehingga membuatnya lebih mudah untuk dirawat.

Kelebihan dan Kekurangan Batu Alam

Perlu Juragan ketahui bahwa batu alam memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kedua hal ini berguna agar Anda bisa mengetahui secara detail terkait fungsi dan karakter dari batu alam tersebut.

Kelebihan:

  • Memberikan kesan elegan, natural, dan mewah pada bangunan kantor.
  • Lumut dan jamur akan jarang muncul.
  • Cara perawatannya cukup mudah.
  • Tersedia berbagai ukuran sehingga bisa disesuaikan sesuai kebutuhan.
  • Bangunan menjadi lebih menarik dari segi interior atau eksterior.
  • Harga jual nantinya akan lebih tinggi.

Kekurangan:

  • Warna yang cenderung tidak seragam.
  • Sulit diperbaiki jika batu alam rusak.Material batu alam cukup berat sehingga pemasangannya butuh perhatian khusus.

Harga batu alam relatif lebih mahal.

Baca Juga: Fungsi dan Jenis Dinding Penahan Tanah dalam Konstruksi Bangunan

Apa Saja Aplikasi Batu Alam Untuk Ruangan Kantor?

Dari banyak batu alam di atas, ada berbagai macam pengaplikasian yang dapat Anda lakukan untuk bangunan komersial seperti gedung perkantoran. Berikut ini adalah beberapa pengaplikasian batu alam terhadap bangunan kantor.

1. Fasad Bangunan Kantor

Sifat alami dari batu alam sangat pas untuk diaplikasikan kepada eksterior seperti fasad bangunan kantor. Batu alam bisa mencerminkan ciri khas, stabilitas, dan sisi elegan yang unik. Warna, tekstur, serta pola batu alam akan terlihat lebih menarik secara visual dan mampu menciptakan nuansa kesegaran.

2. Lantai

Salah satu aplikasi batu alam yang paling sering digunakan adalah sebagai lantai. Ketahanan batu alam yang sangat tinggi terhadap berbagai macam hal membuatnya sangat cocok digunakan sebagai bahan untuk lantai. Selain itu, warna dan polanya yang indah juga membuat orang-orang kantor akan makin nyaman ketika bekerja.

3. Dinding

Kurang lebih sama seperti lantai, batu alam yang diaplikasikan pada dinding juga dapat menambah keindahan bangunan dan membuat orang-orang yang bekerja di dalam bangunan makin nyaman. Selain itu, batu alam untuk dinding juga lebih tahan noda, jadi dinding dapat bertahan lebih lama.

4. Kamar Mandi

Untuk aplikasi batu alam di lingkungan kantor, Juragan bisa menerapkannya pada kamar mandi. Batu alam akan memberikan kesan yang teduh, sejuk, dan artistik pada kamar mandi kantor.

5. Meja

Walaupun sering digunakan sebagai meja dapur, tetapi batu alam juga sangat cocok dijadikan sebagai meja besar yang biasanya ada di ruang meeting. Seringkali orang-orang akan menumpahkan kopi, teh, atau minuman lainnya ketika meeting. Ketika menggunakan meja batu alam, Anda tidak perlu takut akan kotoran tersebut dan meja juga dapat bertahan lebih lama.

Baca Juga: 4 Model Atap Rumah Minimalis Khas Rumah Cluster

Apabila Juragan sedang melakukan konstruksi bangunan yang besar, seperti gedung kantor atau mal, yuk gunakan produk dari Juragan Material saja untuk memenuhi seluruh keperluan materialnya. Kami menyediakan berbagai macam produk yang Anda butuhkan selama proses konstruksi berlangsung dengan lengkap, mulai dari material bangunan hingga sistem elektrikalnya. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini sekarang juga!

Bagikan:

Artikel Terkait

Apa Itu Keramik KW?Juraganmaterial.id menjual berbagai merk dan tipe keramik yang tersedia di Indonesia, baik keramik lokal maupun keramik import. Di Indonesia sendiri dikenal istilah “KW” untuk menentukan kualitas keramik yang dijual apakah lolos dari Quality Control Check atau tidak. Eits, tapi jangan salah Gan, KW dalam keramik bukan berarti palsu ya.Istilah keramik KW 1, KW 2, dan KW 3 digunakan oleh produsen keramik berdasarkan kualitasnya. KW 1 untuk keramik yang lulus uji kualitas atau quality control. KW 2 tidak lulus uji dengan sedikit kerusakan, sedangkan KW 3 kerusakannya lebih banyak, dan keramik “iketan” atau tanpa dus, untuk keramik yang kerusakannya bahkan tidak masuk ke standar KW 3.Anggapan masyarakat bahwa keramik KW 1, KW 2 atau KW 3 adalah produk asli tapi palsu sangat keliru, karena semua keramik dibuat dengan bahan yang sama, hanya saja saat proses pembakaran, terjadi ketidaksempurnaan sehingga ada yang mengalami cacat atau gagal produk. Cacat yang terjadi bisa berbentuk “pin hole” atau seperti bekas jerawat di permukaan keramik, ketidaksesuaian ukuran yang diluar batas toleransi Standar di Indonesia, hingga adanya gompal minor pada bagian permukaan keramik. Untuk itu harga keramik jenis yang sama, keramik KW 2 dapat lebih murah hingga 20% dibandingkan keramik KW 1 bahkan untuk keramik KW 3 bisa mencapai setengah dari harga keramik KW 1.Baca Juga: 6 Desain Pagar Tembok Rumah Minimalis dan UnikJadi, bagaimana untuk mengetahui kondisi keramik yang disebut KW 1, KW 2, dan KW 3? Jika proses produksi berjalan sempurna akan menghasilkan keramik KW 1 yang permukaannya mengkilap merata, nat-nya rapi atau presisi, dan bebas dari noda yang dapat mengganggu tampilan keramik. Jika hasil proses tidak sempurna maka inilah yang sering dikatakan orang sebagai keramik KW 2 atau KW 3. Untuk mengidentifikasi keramik KW 1, 2, dan seterusnya, secara kasat mata tidak dapat dilakukan oleh orang awam.Perbedaan Keramik KW 1, 2, dan 3Jadi, bagaimana untuk mengetahui kondisi keramik yang disebut KW 1, KW 2, dan KW 3? Jika proses produksi berjalan sempurna akan menghasilkan keramik KW 1 yang permukaannya mengkilap merata, nat-nya rapi atau presisi, dan bebas dari noda yang dapat mengganggu tampilan keramik. Jika hasil proses tidak sempurna maka inilah yang sering dikatakan orang sebagai keramik KW 2 atau KW 3. Untuk bisa mengidentifikasi keramik KW 1, 2, dan 3, berikut ini adalah perbedaannya.1. Kode Keramik KW 1Keramik KW1 memiliki ukuran yang presisi, warna lebih stabil serta seragam. Keramik ini juga memiliki motif rapi dan terstruktur, serta tidak terdapat gompal. Para pedagang dan orang awam biasanya mengidentifikasi produk keramik lantai KW 1 dari kemasan produk. Pada kemasan keramik KW 1 biasa ada tulisan “First Grade”, “Grade 1”, “Grade A”, atau “Export Quality”.Baca Juga: 11 Jenis Bahan Bangunan Paling Penting Dalam Konstruksi2. Kode Keramik KW 2Pada keramik KW 2 kekurangsempurnaan pada hasil produksinya lebih kecil sehingga orang awam akan sedikit sulit untuk melihat dan membedakan dengan yang KW 1.  Hanya orang yang berpengalaman dalam urusan keramik yang bisa tahu seperti tukang pasang keramik yang berpengalaman. Warna keramik KW2 umumnya seragam, terdapat motif yang sedikit kurang rapi, dan juga sedikit gompal meskipun kecil. Pada kemasan keramik KW 2, biasa dapat ditemukan keterangan “KW 2”, “Economy Quality”, “Grade B”, atau “Grade 2”.3. Kode Keramik KW 3Keramik KW3 sering kali disebut sebagai kualitas terendah. Kualitas keramik untuk KW 3 sangat jelas terlihat bahkan oleh orang awam sekalipun. Bisa dilihat dari bentuk nat yang tidak presisi atau miring. Pada permukaan keramik juga kadang ditemui retak rambut dan noda hitam seperti KW 2 dengan jumlah yang lebih banyak. Akan tetapi anggapan ini keliru, karena masih ada grade yang lebih rendah dari KW 3 itu sendiri. Keramik KW 3 biasanya di identifikasi dari kemasannya yang tertera keterangan “KW 3” atau menggunakan dus polos tanpa merk.  Baca Juga: Tips Memilih Keramik Sesuai Kebutuhan BangunanSetelah membaca artikel ini, kami harap para Juragan dapat lebih memahami tentang standar kualitas keramik di Indonesia. Produk Keramik yang dijual di juraganmaterial.id adalah keramik First Grade / KW 1, dan untuk keramik KW 2 dan KW 3 selalu ada di keterangan bagian nama produk dan deskripsi, sehingga para Juragan selalu membeli dengan produk dan harga yang tepat. Selamat berbelanja!  #ApaAjaAda

Memiliki rumah sendiri memang impian semua orang. Tapi, seperti yang kita ketahui, memiliki rumah sendiri tidaklah murah dan butuh waktu yang lama untuk bisa mencapai mimpi tersebut. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan dan mempersiapkan semua hal termasuk jenis bahan bangunan yang akan kita gunakan untuk membangun rumah impian kita semua, baik itu rumah baru maupun yang hendak direnovasi. Kualitas terbaik tentunya jadi pilihan agar dapat bertahan lama dan kuat.Jenis Bahan BangunanDibawah ini terdapat beberapa jenis bahan bangunan penting yang harus kamu ketahui ketika membangun konstruksi bangunan. Juragan material telah merangkum 12 bahan bangunan yang paling umum ada di dalam konstruksi, diantaranya:1. Batu BataMaterial bahan bangunan yang pertama yaitu bata merah. Walaupun dibilang harganya mahal dibandingkan dengan batako, namun penggunaan batu bata merah memiliki kekuatan dan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi. Dari segi ukurannya, batu bata tersedia dalam ukuran yang besar maupun sedang, sehingga dapat menyesuaikan dengan bentuk bangunan rumah kita.2. SemenSeperti yang kita tahu, bahan bangunan yang satu ini berfungsi untuk merekatkan batu bata sehingga menjadi kokoh dan kuat. Semen bahan bangunan juga digunakan untuk merekatkan keramik, dan untuk percampuran semen dan air diperlukan perbandingan yang tepat agar dapat merekat dengan baik dan tidak pecah.3. PasirMaterial bangunan pasir berfungsi untuk campuran semen. Bahan alami pasir yang baik memiliki bentuk tekstur butiran tajam karena lebih kuat untuk batu bata ataupun pondasi. Saat sedang memilih pasir, cobalah digenggam, jika menggumpal maka pasir tersebut kurang berkualitas. Dan hindari juga pasir dengan campuran lumpur lebih dari 5%.Baca Juga: 5 Jenis Batu Alam untuk Digunakan di Ruangan Kantor4. Batu KerikilBatu kerikil atau split adalah salah satu material bangunan yang paling umum digunakan untuk membuat beton yang terbuat dari campuran pasir dan semen. Batu kerikil ini memiliki berbagai macam ukuran yaitu mulai dari 5 hingga 50 milimeter dengan rentang jarak per 5 milimeter. Masing-masing jenis ukuran mempunyai kegunaan yang berbeda dari pembangunan materialnya.5. Besi BetonBahan bangunan berupa besi beton memiliki peranan sebagai rangka dari rumah impian kita. Ukuran dari besi beton inipun beragam. Besi beton juga memiliki beberapa jenis, ada yang polos, ulir dan yang berbentuk seperti kanal. Nantinya, kerangka besi beton ini akan diisi dengan semen dan pasir.6. KayuBahan bangunan alami yakni kayu sampai saat ini masih menjadi favorit beberapa kalangan untuk dijadikan kerangka rumah impiannya. Ada banyak jenis kayu yang dapat digunakan dalam proses pembangunan rumah, namun bahan bangunan kayu yang terbaik biasanya berasal dari Kalimantan, seperti kayu kamper Rasamala atau kayu Samarinda.Jika tidak menemukan kayu jenis ini, pilihlah kayu lain dengan kandungan air tidak lebih dari 20%. Jika perlu, pastikan kayu tersebut sudah melewati proses pengovenan agar tidak mudah lapuk.7. GentengJika bangunan sudah kokoh dan terlihat kuat, tidak akan lengkap jika tidak ada genteng sebagai salah satu bahan bangunannya. Seperti yang kita ketahui, genteng berfungsi untuk melindungi dari sinar matahari dan juga air hujan. Pada dasarnya, genteng memang terbuat dari campuran lumpur dan tanah liat yang dibakar hingga berwarna merah kecoklatan. Material konstruksi bangunan yang satu ini dikenal memiliki daya tahan yang sangat kuat sehingga kita tidak perlu khawatir untuk menggantinya selama belasan bahkan puluhan tahun.8. TriplekBahan bangunan yang satu ini juga sangat popular digunakan, biasanya triplek digunakan untuk menutupi langit – langit agar terlihat lebih rapi dan agar kabel – kabel yang berantakan serta kerangka di atap tidak terlihat. Triplek di atap juga dapat dihias dengan cat agar menarik dilihat.Baca Juga: 5 Jenis Atap Kanopi dan Manfaatnya9. PakuSudah menggunakan triplek dan kayu? Tapi semua akan sia – sia jika kita melupakan peran paku. Paku berguna untuk menyambungkan kayu dan triplek, sehingga bagunan lebih kuat. Dan dapat digunakan bersama tali sebagai pemandu pemasangan keramik.10. Pipa – pipaApa jadinya kalau di dalam bangunan rumah kita tidak ada pipa sebagai saluran air? Pipa merupakan bahan bangunan yang sangat penting dalam konstruksi bangunan, digunakan untuk menghubungkan saluran air dan saluran pembuangan kamar mandi, wastafel, dapur, dan lainnya.11. CatCat merupakan bahan bangunan yang penting untuk menutupi permukaan bangunan dalam finishing interior dan ekterior. Kita dapat memilih berbagai pilihan warna sesuai selera kita dan sesuai dengan tema rumah yang kita inginkan. Kebayang kan kalau rumah kita hanya semen tanpa cat?12. KeramikBahan bangunan keramik digunakan untuk melapisi permukaan lantai agar menjadi lebih indah dan aesthetic.Cara Menghitung Bahan BangunanApabila Juragan sudah tahu jenis-jenis bahan bangunan yang akan digunakan dan telah menyelesaikan desain bangunan yang akan dibangun, kini saatnya melakukan perhitungan. Melalui perhitungan ini, kamu dapat memperkirakan seberapa banyak bahan bangunan yang dibutuhkan dan berapa biaya yang mesti dikeluarkan.Baca Juga: 7 Jenis-Jenis Beton Untuk Berbagai KonstruksiPertama-tama yang harus dilakukan yaitu menghitung luas bidang bangunan yang akan dibangun dan kemudian dikalikan dengan jumlah material bangunan. Sebagai contoh, kamu hendak menghitung jumlah bata ringan untuk ruangan yang ukurannya lebar 6 meter, panjang 8 meter, dan tinggi 4 meter, cara menghitungnya adalah sebagai berikut:Nilai keliling ruang x tinggi ruang yaitu, (28 m x 4 m) = 112 m². Bata ringan untuk 1 m²= 0,086 m³. Keperluan bata ringan = Luas dinding x bata ringan untuk 1 m² (112 m² x 0,086 m³/m²), hasilnya adalah 9,632 m³ (dibulatkan menjadi 10 m³).Apabila harga bata ringan Rp750.000 per m³, maka biaya yang perlu kamu persiapkan adalah sebesar Rp750.000 x 10 m³ = Rp7.500.000 (harga tersebut belum termasuk semen serta biaya pemasangan).Bahan bangunan diatas merupakan sebuah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, ya! Pastikan kalian tidak melewatkan salah satu bahan diatas dan jangan lupa untuk mengecek kualitasnya juga, ya!Buat kalian yang kesulitan mencari bahan bangunan, sekarang semua bisa, lho dipesan dan dibeli di Juragan Material! Gak perlu takut juga, Juragan Material menyediakan market online juga yang bisa dilihat di website kita, dengan free ongkir dan berbagai macam cara pembayaran! Yuk, wujudkan mimpi kamu bersama Juragan Material. 

Apakah Juragan tahu apa itu pondasi cakar ayam? Salah satu teknik konstruksi yang dibuat oleh orang Indonesia ini, tepatnya Prof. Dr. (HC). Ir. R. M. Sedyatmo, dapat memungkinkan pembangunan sebuah struktur pada tanah dengan kondisi yang lunak seperti rawa-rawa. Sejak pertama kali diciptakan pada tahun 1961, sekarang pondasi cakar ayam ini sudah banyak sekali digunakan bahkan di berbagai belahan dunia.Melalui artikel ini, Juragan akan mempelajari lebih dalam mengenai apa itu pondasi cakar ayam, sejarahnya, hingga fungsinya. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!Apa Itu Pondasi Cakar Ayam?Pondasi cakar ayam, pondasi cakar ayam, atau konstruksi cakar ayam adalah metode rekayasa teknik dalam konstruksi pondasi bangunan yang diciptakan oleh orang Indonesia, yaitu Prof. Dr. (HC). Ir. R. M. Sedyatmo, pada tahun 1961. Dibandingkan dengan pondasi konvensional, pondasi cakar ayam jauh lebih mudah untuk dipasang pada area tanah yang lunak seperti rawa-rawa.pondasi cakar ayam terdiri dari sebuah pelat beton tipis yang didukung oleh beberapa pipa yang tertanam pada bagian bawah pelat tersebut; hubungan antara pipa-pipa tersebut dengan pelat beton dibuat secara monolit. Bentuk dari pondasi tersebut terlihat seperti cakar ayam, dan dari sana juga namanya tercipta.pondasi cakar ayam sangat cocok digunakan pada area seperti rawa-rawa karena sistem yang terpasang, yaitu antara pelat, cakar, dan tanah, akan menciptakan pelat yang lebih kaku dan dapat lebih tahan terhadap beban serta pengaruh penurunan yang tidak seragam. Selain untuk pondasi di area rawa, pondasi cakar ayam juga banyak digunakan untuk bangunan komersil hingga perkerasan jalan raya yang terdiri dari pelat beton tipis bertulang.Sejarah Pondasi Cakar AyamPada tahun 1961, Prof. Dr. (HC). Ir. R. M. Sedyatmo menjabat sebagai salah satu pejabat di Perusahaan Listrik Negara (PLN). Saat itu, PLN ditugaskan oleh pemerintah Indonesia untuk mendirikan tujuh menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol dalam rangka untuk mendukung sistem kelistrikan Asian Games 1962 yang diadakan di Jakarta.Awalnya, PLN menggunakan pondasi konvensional untuk mendirikan menaranya. Namun, karena tanah di area Ancol masih rawa-rawa dan sangat lunak, PLN kesulitan untuk mendirikan menara. Alhasil, PLN hanya berhasil mendirikan dua menara dalam waktu yang cukup lama, sedangkan mereka diminta untuk mendirikan tujuh menara.Karena waktunya yang sudah makin mendesak dan sistem pondasi konvensional sangat sulit untuk dibangun di area Ancol, Sedyatmo kemudian berusaha mencari solusi hingga akhirnya tercipta sistem pondasi baru, yaitu pondasi cakar ayam. Berkat penemuan Sedyatmo, PLN berhasil mendirikan sisa lima menara lagi dengan tepat waktu dan Asian Games 1962 berhasil berjalan dengan lancar di Jakarta.Baca Juga: Mengenal Scaffolding yang Sering Digunakan Oleh Penyedia Jasa KonstruksiApa Fungsi Pondasi Cakar Ayam?Awalnya, pondasi cakar ayam hanya digunakan untuk pembangunan pondasi di area tanah yang lunak seperti rawa-rawa. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan berkat banyak sekali keunggulannya, kini pondasi cakar ayam sudah banyak digunakan untuk berbagai macam bangunan, seperti:Jalan layangJembatan besarLandasan pesawatGedung pencakar langitWalaupun begitu, konstruksi bangunan seperti rumah memang jarang sekali menggunakan pondasi cakar ayam karena biayanya yang memang jauh lebih mahal dari pondasi konvensional. Selain itu, bangunan kecil seperti rumah juga memang tidak membutuhkan pondasi yang sangat kuat seperti pondasi cakar ayam.Apa Saja Kelebihan Pondasi Cakar Ayam?Berkat berbagai macam kelebihannya, kini pondasi cakar ayam sudah sering sekali digunakan untuk berbagai macam pembangunan di berbagai belahan dunia. Lantas, apa saja sih kelebihan pondasi cakar ayam?1. Cengkraman yang KuatPondasi cakar ayam yang awalnya dibuat khusus untuk membangun pondasi di area tanah yang lunak memang dirancang untuk memiliki cengkraman yang sangat kuat. Bangunan yang dikonstruksi di area tanah yang lunak seperti rawa-rawa sangat rentan mengalami ambles karena tanahnya berair dan dapat membuat pondasi bergerak. Oleh karena itu, pondasi yang dibangun di area tersebut harus benar-benar memiliki cengkraman yang kuat.Oleh karena dapat mencengkeram tanah yang lunak dengan sangat kuat, kini pondasi cakar ayam sering digunakan untuk berbagai macam konstruksi lainnya, terutama bangunan yang sangat besar seperti jalan layang, jembatan, landasan pesawat, hingga gedung pencakar langit. Bayangkan saja, jika pondasi cakar ayam dapat mencengkeram tanah yang lunak dengan kuat, pasti tanah yang padat akan dapat dicengkram dengan jauh lebih kuat.2. Tidak Memerlukan Sistem DrainasePondasi cakar ayam terdiri dari beberapa pipa beton yang sangat kuat dan padat. pondasi ini tidak memiliki celah atau ruangan untuk sistem drainase, seperti pondasi konvensional, dan memang tidak membutuhkannya. Selain itu, pondasi cakar ayam juga tidak membutuhkan sambungan kembang susut yang umumnya ditemukan di pondasi konvensional.Baca Juga: 6 Alasan Mengapa Kontraktor Bangunan Harus Menggunakan ACPApa Saja Kekurangan Pondasi Cakar Ayam?Setiap hal yang memiliki kelebihan sudah pasti akan memiliki kekurangan juga, termasuk pondasi cakar ayam. Berikut ini adalah beberapa kekurangan pondasi cakar ayam yang perlu Anda ketahui.1. Biaya Lebih TinggiApabila dibandingkan dengan pondasi konvensional, pondasi cakar ayam memerlukan biaya pembuatan yang jauh lebih tinggi. Hal tersebut karena pondasi cakar ayam memerlukan banyak sekali material dan dalam jumlah yang banyak, serta membutuhkan banyak peralatan yang sangat canggih untuk membuatnya.2. Tidak Cocok Untuk Bangunan KecilPondasi cakar ayam hanya cocok digunakan untuk konstruksi bangunan yang besar. Beton yang digunakan dalam pembangunan pondasi ini juga memang terbilang sangat besar. Jadi, bangunan kecil seperti rumah tidak cocok menggunakan jenis pondasi yang satu ini.Menarik sekali, kan? Pondasi cakar ayam yang dibuat oleh orang Indonesia kini sudah banyak sekali digunakan untuk berbagai konstruksi di berbagai belahan dunia. Jika Juragan sedang melakukan pembangunan dan membutuhkan material, langsung saja berbelanja di Juragan Material. Kami menyediakan berbagai macam material yang lengkap untuk kebutuhan konstruksi Juragan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!